Friday, March 8, 2019

cincin yang dipakainya, diletakkan diluar WC untuk memelihara nama Allah Yang Maha Tinggi dan Nama RAsul-Nya dari tempat yang kotor. sebab cincin Rasulullah itu terlukis nama Muhammad Rasulullah.

Assalamu alaikum warah matullahi wabarakatu skan cincin yang dipakainya, diletakkan diluar WC untuk memelihara nama Allah Yang Maha Tinggi dan Nama RAsul-Nya dari tempat yang kotor. sebab cincin Rasulullah itu terlukis nama Muhammad Rasulullah. وَعَنْهُ قَالَ: ( كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا دَخَلَ اَلْخَلَاءَ قَالَ: اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ اَلْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ أَخْرَجَهُ اَلسَّبْعَة 2. “Dan dari padanya (Anas bin Mali) ra. ia berkata, “Adalah Rasulullah apabila hendak masuk kamar kecil (WC) beliau membaca doa “allahumma inii a’uudzubika khubutsi wal khabaa-its” (Ya Allah, aku berlinding kepada-MU dari godaan syetan laki-laki dan syetan perempuan).” (Dikeluarkan oleh Imam yang tujuh) وَعَنْهُ قَالَ: ( كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَدْخُلُ اَلْخَلَاءَ فَأَحْمِلُ أَنَا وَغُلَامٌ نَحْوِي إِدَاوَةً مِنْ مَاءٍ وَعَنَزَةً فَيَسْتَنْجِي بِالْمَاءِ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْه 3. “Dari Anas ra berkata: Pernah Rasulullah saw masuk ke kakus lalu aku dan seorang pemuda yang sebaya denganku membawakan bejana berisi air dan sebatang tongkat kemudian beliau bersuci dengan air itu”. (HR. Bukhary Muslim) Keterangan : Air adalah alat untuk bersuci, dan bersuci dengan menggunakan air itu lebih utama dari pada bersuci dengan lainnya. عَنْ اَلْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ رضي الله عنه قَالَ: ( قَالَ لِي اَلنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم خُذِ اَلْإِدَاوَةَ فَانْطَلَقَ حَتَّى تَوَارَى عَنِّي فَقَضَى حَاجَتَهُ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْه 4. “Dari Al-Mughirah Ibnu Syu’bah Ra. bahwa Rasulullah saw bersabda padaku: “Ambillah bejana itu.” Kemudian beliau pergi hingga aku tidak melihatnya lalu beliau buang air besar.” (HR. Bukhary Muslim) Keterangan Hadist diatas menjelaskan tentang suatu anjuran ketika buang air besar atau kecil hendaknya mencari tempat yang tersembunyi. عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( اِتَّقُوا اَللَّاعِنِينَ: اَلَّذِي يَتَخَلَّى فِي طَرِيقِ اَلنَّاسِ أَوْ فِي ظِلِّهِمْ ) رَوَاهُ مُسْلِم 5. Dari Abu Hurairah ra ia berkata, bahwa Rasulullah saw bersabda: “Jauhkanlah dirimu dari dua perbuatan terkutuk/dilaknat, yaitu suka buang air di jalan umum (yang sering dilalui oleh manusia) atau suka buang air di tempat yang digunakan orang untuk berteduh.” (HR. Muslim) Abu Dawud menambahkan dari Mu’adz r.a: “Dan tempat-tempat sumber air.” Lafadznya ialah: “Jauhkanlah dirimu dari tiga perbuatan terkutuk yaitu buang air besar di tempat-tempat sumber air di tengah jalan raya dan di tempat perteduhan.” وَلِأَحْمَدَ; عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ: ( أَوْ نَقْعِ مَاءٍ ) وَفِيهِمَا ضَعْف Dalam riwayat Ahmad Ibnu Abbas r.a: “Atau di tempat menggenangnya air.” Dalam kedua hadits di atas ada kelemahan. أَخْرَجَ اَلطَّبَرَانِيُّ اَلنَّهْيَ عَن ْ تَحْتِ اَلْأَشْجَارِ اَلْمُثْمِرَةِ وَضَفَّةِ اَلنَّهْرِ الْجَارِي. مِنْ حَدِيثِ اِبْنِ عُمَرَ بِسَنَدٍ ضَعِيف Imam Thabrani mengeluarkan sebuah hadits yang melarang buang air besar di bawah pohon berbuah dan di tepi sungai yang mengalir. Dari hadits Ibnu Umar dengan sanad yang lemah. Keterangan : a. Hadist di atas menjelaskan tentang larangan buang air besar atau kecil di jalan umum, ditempat berteduh orang banyak (gardu, pos kamling) sebab yang demikian itu akan menyakiti hati kaum muslimin dan membuat Salam Ukhuwah Islamiyah




No comments:

Post a Comment

Modul Nusantara Ke Vihara Sorong

Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah  story telling dan diskusi tanya jawab mendapatkan informasi tentang ...