Apakah Metode SUBACA itu?
SUBACA adalah Metode Belajar Kontemporer, yang menggunakan seluruh indera (panca indera), cinta (Iman) dan rasa (Emosi) utk turut serta terlibat dalam belajar, baik belajar membaca Latin/ Bahasa Indonesia, Baca Quran, Menghafal Asmaul Husna, menghafal Al-Quran, Al_Hadits, Nahwu Shorof, Menghafal Semua mata pelajaran, Menghafal Bahasa Asing,. Menghafal ribuan nomor Hp, dan menghafal apa saja dengan cara yang asyik dan menyenangkan.
Kami sudah membuktikan Metode ini selama 4 th dengan hasil yang memuaskan.
Khususnya utk baca latin & Al-Qur'an, anak2 tidak hanya bisa membaca dalam 1 jam (dari NOL) tapi cinta belajar/ cinta ngaji, dan karakter berubah.
Utk Menghafal Asmaul Husna & Al-Quran dengan Metode SUBACA sendiri baru kami mulai 2 bulanan ini.
Meski Metode SUBACA terbukti Cepat dan asyik, namun Fokus utama bukanlah Menghafal cepat, tapi "Belajar dengan Cinta."
Simak penjelasan berikut:
1. Cinta Allah & Rasulullah melalui hafalan Asmaul Husna & Aqoid 50 lengkap dengan lafal dan artinya, juga shiroh Nabi.
Selain menggunakan Media Buku/ Kitab kami juga menggunakan gambar, Audio dan Video
2. Jika pondasi pertama sudah kuat (dengan berhasil menguasai Asmaul Husna secara total, maka diharapkan bisa mempraktekkan dalam perilaku kehidupan sehari2, sehingga akan terwujud sebagai insan yang sabar, ikhlas, ridlo, tawadlu', Qonaah, tawakal, dan punya jiwa jihad yang tinggi, termasuk jihad melawan nafsunya sendiri).
Dan itu semua adalah Implementasi dari Cinta Sejati, sehingga Iman Hakiki bisa kita dapati karena semangat yang besar untuk terus berinteraksi dengan sang Pemilik Al-Quran, bukan sekedar berinteraksi dengan Ayat2 Al-Quran saja. Berapa banyak para pelantun Ayat2 Al-Quran, namun hati dan Ruhnya belum bisa bergetar, asyik-masyuk bersama Robb-Nya.
Dan karena "Awaluddin Ma'rifatullah," maka kami menggunakan Asmaul Husna & Aqoid 50 sebagai pondasi dasar utk menghafalkan Al-Quran.
Banyak orang ingin cepat hafal Al-Quran, tapi sedikit yang melakukannya dengan cinta, karena bagaimana cinta sejati tertanam dalam hati sedangkan Asmaul Husna aja tidak tahu, tidak hafal, atau hafal tapi tak tahu artinya, atau tahu artinya tapi belum bisa praktekin dalam kehidupan.
Orang yg fokusnya sekedar ingin cepat hafal biasanya:
1. Terburu2
2. Tidak sabaran
3. Fokusnya ke hasil (bukannya proses)
4. Banyak menuntut (Menuntut Guru atau diri sendiri).
5. Membandingkan kemampuan dirinya dengan orang lain secara kurang proporsional sehingga mudah lemah semangat.
6. Mudah iri dengan prestasi orang lain.
7. Kurang bersyukur dengan pencapaian hafalan atau apa saja.
8. Kadang ingin dipuji, ingin dianggap juara, hebat, dll
9. Kurang berani merevolusi diri.
10. Kurang berani bersusah payah merubah pola pembelajaran.
11. Jk sudah berhasil hafal 30 Juz, tak jarang yg merasa puas, bangga diri, merasa kelelahan, muroja'ah menjadi beban, mudah lupa.
9. Sehingga kurang ikhlas.
Semoga dengan Metode SUBACA, tumbuh semangat utk selalu berinteraksi dengan Sang Pemilik Al-Quran siang malam 24 jam non stop, sehingga bisa sewaktu2 husnul khotimah ketika dipanggil menghadap.
Mohon dibaca dengan teliti dan dengan hati, sehingga tidak salah paham dan dapat manfaat dr penjelasan di atas.
Penjelasan di atas cuma teori, yang nulis ini juga belum bisa praktek, namun selalu semangat tuk merevolusi diri.
Terimakasih saran, kritik, suport dan doanya. Semoga kita bisa jadi saudara dunia-akhirat.
Semoga bisa saling memberi syafa'at kelak di Akhirat. Aamiin...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Modul Nusantara Ke Vihara Sorong
Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah story telling dan diskusi tanya jawab mendapatkan informasi tentang ...
-
PROPOSAL PENELITIAN KOPSI MASALAH GIZI BURUK DAN SOLUSI Tim pengusul : Cindi Marcella Bidang lomba Penelitian : Fisika,Terapan,dan Rekayas...
-
Gerakan Pramuka adalah organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan. Pendidikan kepramukaan bagi kaum muda. Gerakan Pramuka mempun...
No comments:
Post a Comment