Wednesday, February 9, 2022

Tantangan Dewan Kerja Ideal Diera Milenial

Pendidikan kepramukaan yang humanis dan mampu menyelaraskan dengan tuntutan soft skill dan hard skill lingkungan perkotaan akan dapat membantu anak dan remaja untuk keluar dari persoalan-persoalan di atas. Di sini nilai lebih urban scouting itu. Pendidikan Kepramukaan sangat kaya dengan instrumen (metode, materi dan media) pendidikan soft skill peserta didik. Bahkan terdapat kecenderungan pengembangan instrumen pendidikan soft skill memperoleh perhatian yang lebih sehingga kemudian pendidikan kepramukaan sangat identik dengan pendidikan karakter.
Pendidikan yang paripurna adalah model pendidikan yang mengembangkan soft skill dan life skill secara seimbang. Peserta didik di samping memperoleh kesempatan mengembangkan kecerdasan spiritual, intelektual dan sosialnya juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan kecerdasan kinestesisnya atau kecerdasan berkarya, berkreasi dan berinovasi menghasilkan benda, alat dan barang untuk keperluan hidup dan kehidupannya. Pendidikan life skill sering disebut pula dengan pendidikan kecakapan hidup yang mensyaratkan adanya relevansi, kontekstualisasi dan korelasi degan kebutuhan hidup dan kehidupan peserta didik masa kini.




Pengembangan “soft skill” atau pengembangan kecerdasan spiritual, emosional dan sosial peserta didik merupakan salah satu potensi dan kekuatan pendidikan kepramukaan yang sangat relevan untuk “mengimbangi” tumbuhnya sifat-sifat negatif generasi Z. Namun demikian dibutuhkan kreativitas para Pembina Pramuka di dalam menciptakan dan mengelola KEGIATAN “soft skills” agar berdampak positif dan membantu pertumbuhan generasi Z memiliki karakter kepribadian yang kuat, baik dan benar.
Salah satu misal, pendidikan kepramukaan harus mampu memadukan dan memberikan pengalaman kepada peserta didik generasi Z apa makna perbedaan kerja sama di dunia maya dengan dunia nyata. Di samping itu pengembangan soft skill harus dilaksanakan dengan berpusat pada peserta didik, multitasking, menciptakan kreativitas, menyenangkan dan menantang, relevan, kontekstual, bermuatan nilai, etika, estetika dan logika. 
Pada ranah soft skill pendidikan kepramukaan dilaksanakan dengan hal-hal sederhana namun berdampak luar biasa bagi perkembangan pengetahuan, sikap dan ketrampilan peserta didik itulah apa yang disebut dengan simple scouting. Upacara pembukaan latihan misalnya, sejatinya dapat digunakan sebagai ajang mengembangkan kepemimpinan, kedisiplinan, kerapihan, kecermatan, nasionalisme, keteladanan, kerjasama dsb. Konsep simple scouting yang dirancang secara partisipatif dengan peserta didik merupakan sebuah kebutuhan untuk melatih generasi Z ini. 

Sejumlah ahli pendidikan menyatakan bahwa metode belajar bagi generasi Z paling tidak harus berproses dari mengamati, menanyakan, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan. 
Karakter adalah bentuk cara berpikir dan cara berperilaku seseorang yang kemudian akan menjadi identitas khusus pada pribadinya. Salah satu wadah untuk membina karakter pemuda yaitu melalui kegiatan pramuka. Pramuka merupakan pendidikan yang berbentuk kegiatan menyenangkan, menarik, dan praktis yang pelaksanaannya bersifat outdoor di luar pendidikan formal dan informal yang berlandaskan asas dasar dan metode-metode kepramukaan yang bertujuan untuk membentuk karakter belajarnya. 
Karya tulis ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan pramuka penegak-pandega terhadap penumbuhan karakter mendiri, integritas, dan kepemimpinan pada anggota Dewan Kerja. Dalam pelaksanaan proses pelaksanaan dewan kerja / pembinaan pramuka penegak dan mekanismenya terdapat. Beberapa masalah yang menjadi tantangan Gerakan Pramuka, antara lain:
a. Transisi dari masa remaja ke masa dewasa.
b. Urbanisasi dan pengangguran.
c. Situasi ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan nasional
d. Penurunan nilai moral kaum muda.


e. Perkembangan industrialisasi, teknologi yang tidak terkendali dan menurunnya kualitas lingkungan hidup.
f. Menurunnya semangat patriotisme dan nasionalisme kaum muda.
g. Meningkatnya penyalahgunaan narkoba dan minuman keras (miras) di kalangan
h. Minat remaja terhadap gerakan pramuka semakin berkurang.

Untuk mempermudah mengatasi berbagai masalah, dilakukan pendekatan melalui:
a. Kemitraan dan konsultasi.
b.  Pendidikan yang efektif, efisien, berguna, dan bermanfaat.
c. Peningkatan kreativitas dan kemampuan berinovasi dalam kegiatan disesuaikan dengan perkembangan lingkungan.
Dari seluruh permasalahan menjadi tantangan pramuka dan cara mengatasinya apa saja tahapnya. Yang terpenting dewan kerja harus melakukan terobosan – terobosan baru untuk beradaptasi di zaman Z dan di era globalisasi yang sangat pesat kita harus melakukan Urban Scouting. 
Memang membutuhkan dukungan kelembagaan yang penuh kreativitas dan terobosan-terobosan baru dalam memaknai dan memfungsikan gugusdepan dan dewan kerja sebagai wadah penyelenggara pendidikan kepramukaan. Tanpa itu maka kemampuan jangkauan "urban scouting" akan sangat terbatas

No comments:

Post a Comment