Wednesday, March 10, 2021

Proposal Lomba KOPSI 2020 PROPOSAL PENELITIAN KOPSIMASALAH GIZI BURUK DAN SOLUSI



PROPOSAL PENELITIAN KOPSI
MASALAH GIZI BURUK DAN SOLUSI

Tim pengusul : 
Cindi Marcella

Bidang lomba Penelitian : 
Fisika,Terapan,dan Rekayasa
 SMA DHARMA PUTRA JAKARTA

Jakarta utara, Dki jakarta 
Tahun 2020



 



MASALAH GIZI BURUK DAN SOLUSI

Cindi Marcella, SMA DHARMA PUTRA JAKARTA, Jakarta Utara, Dki jakarta 
Email : chindicomete@gmail.com 

Bab 1 Pendahuluan 

A. LATAR BELAKANG 

          Untuk mencetak anak Indonesia yang sehat dan cerdas, langkah awal yang paling penting untuk dilakukan adalah pemenuhan gizi pada anak sejak dini, bahkan saat masih di dalam kandungan atau yang dikenal dengan 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK). 1000 HPK dimulai sejak dari fase kehamilan (270 hari) hingga anak berusia 2 tahun (730 hari). Seribu hari pertama kehidupan telah disepakati oleh para ahli di seluruh dunia sebagai saat yang terpenting dalam hidup seseorang. Sejak saat perkembangan janin di dalam kandungan, hingga ulang tahun yang kedua menentukan kesehatan dan kecerdasan seseorang. Makanan selama kehamilan dapat mempengaruhi fungsi memori, konsentrasi, pengambilan keputusan, intelektual, mood, dan emosi seorang anak di kemudian hari. 
      Jika 1000 Hari Pertama Kehidupan bermasalah akan ada gangguan gizi pada masa janin dan masa usia dini  dapat dicegah oleh dengan asupan gizi seimbang. Dampak antara lain : 
1. Hambatan pertumbuhan dan perkembangan otak → kemampuan kognitif atau kecerdasan
2. Hambatan pertumbuhan tulang → stunting atau pendek. 
3. Gangguan pemrograman metabolisme → 1.hipertensi
2. Diabetes 
3. Penyakit ginjal 
4. Stroke
      Balita merupakan kelompok masyarakat yang rentan gizi. Pada kelompok tersebut mengalami siklus pertumbuhan dan perkembangan yang membutuhkan zat- zat gizi yang lebih besar dari kelompok umur yang lain sehingga balita paling muda menderita kelainan gizi. Pada kasus gizi buruk ini tidak hanya anak balita saja tetapi orang dewasa pun bisa kena tersebut karena 1000 Hari Pertama Kehidupannya bermasalah. Jadi Pembangunan kesehatan adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Salah satu cara untuk meningkatkan derajat kesehatan yaitu dengan memperbaiki status gizi masyarakat terlebih pada balita. 
Balita termasuk kelompok paling rentan terhadap masalah gizi jika ditinjau dari sudut masalah kesehatan dan gizi, sedangkan pada masa ini mereka mengalami siklus pertumbuhan dan perkembangan yang relatif pesat Balita merupakan kelompok masyarakat yang rentan gizi. 

B. Identifikasi Masalah 
1. Banyaknya anak balita dilingkungan sekitar yang memiliki permasalahan gizi buruk. 
2. Kurangnya sadar diri warga setempat dan team puskesmas pada terhadap gizi buruk yang semakin banyak. 
3. Belum ada tekhnologi yang bisa mengatasi contoh seperti aplikasi untuk memberi informasi dan edukasi. 
4. Belum ada pemanfaatan teknologi dalam mengatai permasalah ini.


C. Pembatasan Masalah 
1. Memanfaatkan gadget sebagai alat elektronik untuk sebuah aplikasi.
2. Membuat aplikasi itu yang berhubungan kesehatan setempat, didalamnya berisi informasi dan edukasi kesehatan. 

D. Rumusan Masalah
Berdasarkan dari uraian latar belakang tersebut, penulis rumuskan permasalahannya sebagai berikut :
1. Apakah aplikasi kesehatan yang langsung terhubung kesehatan setempat dapat digunakan sebagai inovasi tekhnologi kesehatan 
2. Apakah aplikasi yang dikembangkan oleh penulis dapat digunakan sebagai alat mengatasi permasalahan gizi buruk 
3. Bagaimana efektifitas aplikasi yang dikembangkan penulis dalam proses memberikan informasi dan edukasi ?
E. TUJUAN PENELITIAN
Pada kasus gizi buruk ini tidak hanya anak balita saja tetapi orang dewasa pun bisa kena tersebut karena 1000 Hari Pertama Kehidupannya bermasalah. Jadi Pembangunan kesehatan adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Salah satu cara untuk meningkatkan derajat kesehatan yaitu dengan memperbaiki status gizi masyarakat terlebih pada balita. 
Salah satu gerakan yang diusung oleh scaling up nutrition adalah pemenuhan kebutuhan anak selama masa 1000 hari pertama kehidupan. 1000 hari pertama kehidupan ini juga disebut sebagai window of opportunity. Mengapa harus 1000 hari? Karena selama 1000 hari ini dipercaya bahwa anak sedang berada dalam masa emas pertumbuhannya. Pemenuhan gizi yang baik selama 1000 hari pertama kehidupan akan membuat kemampuan anak untuk tumbuh dan belajar menjadi lebih baik.
1000 hari pertama kehidupan dihitung mulai dari hari pertama konsepsi lalu terbentuk embrio hingga anak berusia 2 tahun. Kecukupan gizi selama hamil hingga tahun-tahun pertama kehidupan anak berperan dalam membentuk fungsi otak hingga membantu memperkuat sistem imun. Dikatakan pula pada 1000 hari pertama kehidupan, sudah dapat ditentukan bagaimana masa depan anak kemudian.
Hasil pemeriksaan skor perkembangan kecerdasan anak pada usia 22 bulan bisa dijadikan indikator yang akurat untuk memprediksi bagaimana kemampuan akademis anak tersebut di usia 26 tahun. Selain itu saat bayi lahir, hanya 25% bagian otaknya yang berkembang. Namun ketika menginjak usia 3 tahun perkembangan otak ini sudah meningkat hingga 80%. Pesatnya tumbuh kembang anak selama periode 1000 hari pertama kehidupannya harus didukung dengan pemenuhan gizi yang tepat.
F. Manfaat Penelitian
1. Bagi Pelajar
Untuk memotivasi dan mendongkrak daya kreatifitas pelajar untuk memanfaatkan sesuatu hal mulai dari yang kecil sehingga dapat menciptakan sesuatu hal yang berguna bagi kelangsungan masyarakat.
2. Bagi pendidikan 
Sebagai tempat edukasi kesehatan dan informasi yang belum tahu sebelumnya 
3. Bagi Masyarakat
Memudahkan masyarakat dengan menemukan alat inovasi baru untuk memudahkan masyarakat dalam mengatasi masalah gizi buruk di lingkungan sekitar. Dan memberikan informasi dan edukasi kesehatan terhadap masayarakat supaya lebih mengenal kesehatan sebenarnya. 

G. Sistematika Makalah
BAB I        :  Pendahuluan

a. Latar belakang,

b. Identifikasi Masalah

c. Pembatasan masalah,

d. Rumusan Masalah

e. Tujuan penelitian

f.  Manfaat Penelitian dan

g. Sistematika Makalah.
                  BAB II       : Landasan Teori
                  BAB III     :  Metode Penelitian

a.Waktu Penelitian,

b.Tempat Penelitian,

c. Metode pengumpulan Data

                    BAB IV     : Hasil Percobaan dan Pembahasan
                    BAB V       : Simpulan dan Saran




BAB II. LANDASAN TEORI



A. Pengertian 1000 hari pertama kehidupan
1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK). 1000 HPK dimulai sejak dari fase kehamilan (270 hari) hingga anak berusia 2 tahun (730 hari).
B. Proses 1000 hari pertama kehidupan
- Pada masa kehamilan
1.Untuk mencegah gangguan pertumbuhan anak, penuhilah kebutuhan gizi Anda sejak hamil. Misalnya selama kehamilan trimester pertama, ibu hamil memerlukan tambahan kalori sekitar 180 kkal, tambahan protein 20 gram, lemak 6 gram, dan karbohidrat 25 gram. Pada trimester kedua dan ketiga dibutuhkan tambahan kalori sebesar 300 kkal, tambahan protein hingga 20 gram, lemak 10 gram, dan karbohidrat 40 gram.

2. Mengonsumsi tablet tambah darah setidaknya 90 tablet selama masa kehamilan.Anemia pada ibu hamil lebih berbahaya daripada anemia biasa karena bisa menyebabkan bayi lahir prematur dan komplikasi lain saat melahirkan

3.Rutin memeriksakan diri ke dokter kandungan atau bidan agar bisa segera ditangani jika terdeteksi adanya masalah pada kehamilan

Pada fase kehamilan, perkembangan janin terjadi di setiap trimester kehamilannya, diantaranya:

Trimester 1 (minggu 1-12), Pembentukan organ-organ penting (mata, jantung, ginjal, hati, saluran pencernaan, paru-paru, tulang, tangan atau lengan, kaki, dan organ tubuh lainnya)

Trimester 2 (minggu 13-27), Berat janin mulai bertambah, organ mulai berfungsi

Trimester 3 (minggu 28-40), Berat janin mulai bertambah dengan pesat, organ mulai matang

Setelah lahir juga tetap harus diperhatikan kebutuhan gizinya karena sebagian organ masih terus berkembang hingga usia 2 tahun, misalnya otak. Perkembangan fungsi melihat, mendengar, berbahasa, dan fungsi kognitif juga mencapai puncaknya pada usia 0-2 tahun.

Tantangan gizi yang dialami selama fase kehamilan adalah status gizi seorang wanita sebelum hamil sangat menentukan awal perkembangan plasenta dan embrio. Berat badan ibu pada saat pembuahan, baik menjadi kurus atau kegemukan dapat mengakibatkan kehamilan beresiko dan berdampak pada kesehatan anak dikemudian hari. Kebutuhan gizi akan meningkat pada fase kehamilan, khususnya energi, protein, serta beberapa vitamin dan mineral sehingga ibu harus memperhatikan kualitas dan kuantitas makanan yang dikonsumsinya.

Janin memiliki sifat plastisitas (fleksibilitas) pada periode perkembangan. Janin akan menyesuaikan diri dengan apa yang terjadi pada ibunya, termasuk apa yang diasup oleh ibunya selama mengandung. Jika nutrisinya kurang, bayi akan mengurangi sel-sel perkembangan tubuhnya. Oleh karena itu, pemenuhan gizi pada anak di 1000 Hari Pertama Kehidupan menjadi sangat penting, sebab jika tidak dipenuhi asupan nutrisinya, maka dampaknya pada perkembangan anak akan bersifat permanen.

- Bayi Usia 0-2 Tahun
Masalah pada periode 730 hari selama pasca kelahiran bayi  disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan sikap gizi orangtuanya yang menyebabkan tidak berkualitasnya asupan gizi dan pola asuh yang akan berdampak pada status gizi anak. Hal tersebut dapat dicegah jika ibu memiliki status gizi, kondisi fisik dan kesehatan yang baik. Pengetahuan gizi ibu akan mempengaruhi keseimbangan konsumsi zat gizi yang pada akhirnya berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak.

Pemenuhan gizi yang optimal selama periode 1000 HPK, selain memberi kesempatan bagi anak untuk hidup lebih lama, lebih sehat, dan lebih produktif, juga berisiko lebih rendah dari menderita penyakit degeneratif. Analisis dari penelitian kohor di 5 negara memberikan bukti kuat bahwa gizi yang cukup di dalam kandungan dan di usia 2 tahun pertama kehidupan sangat kritis untuk pembangunan sumber daya manusia.


Pertumbuhan anak pada periode emas berlangsung secara cepat, yaitu selama tahun pertama dan kedua usia anak. Namun, dalam kasus-kasus kekurangan gizi, justru fakta menunjukkan bahwa penurunan status gizi terjadi pada periode ini. Oleh karena itu asupan makanan selama kehamilan sangatlah perlu untuk diperhatikan.

Dengan meningkatkan kualitas kesehatan ibu hamil dan anak sejak dalam kandungan akan didapatkan generasi penerus yang lebih produktif sehingga dapat memajukan kualitas generasi muda. Sembilan pesan inti 1000 HPK yaitu:

Selama hamil, makan makanan beraneka ragam
Memeriksa kehamilan 4 x selama kehamilan
Minum tablet tambah darah
Bayi yang baru lahir Inisiasi Menyusui Dini (IMD)
Berikan ASI eksklusif selama 6 bulan
Timbang BB bayi secara rutin setiap bulan
Berikan imunisasi dasar wajib bagi bayi
Lanjutkan pemberian ASI hingga berusia 2 tahun
Berikan MP ASI secara bertahap pada usia 6 bulan dan tetap memberikan ASI.
C. Aplikasi KG (Kesehatan Gizi) 

Aplikasi yang merupakan sebuah inovasi teknologi untuk mengatasi permasalahan di kehidupan. Aplikasi KG (Kesehatan Gizi) sebuah inovasi teknologi untuk mengatasi permasalahan gizi buruk pada anak atau orang dewasa.

Yang didalam aplikasi tersebut terdapat fitur-fitur yaitu:
a. Berita kesehatan 
b. Ruang baca edukasi kesehatan 
c. Informasi jadwal imunisasi anak sesuai tempat tinggal 
d. Alamat rumah sakit atau puskesmas di lingkungan sekitar

Aplikasi dalam proses pengembangan. Terkadang seorang ibu lupa jadwal imunisasi anak sehingga penulis membuat inovasi aplikasi akan terhubung puskemas setempat jadi nantinya akan tiap bulannya ada informasi jadwal terbaru imunisasi anak. 


Bab III METODE PENELITIAN


A.Waktu Penelitian.
Adapun pelaksaan penelitian yang penulis lakukan kurang lebih selama 88  hari mulai dari tanggal 1 Maret 2020 sampai tanggal 28 Mei 2020 Hal ini dilakukan untuk memperoleh data penelitian yang dibutuhkan sebagai bahan penelitian yang dilaksanakan penulis

B. Tempat Penelitian
Di rumah karena keadaan covid-19 ikuttin protokol pemerintah harus disiplin aturan nya.


C.Metode Pengumpulan Data
Dalam mencari dan mengumpulkan data penelitian penulis menggunakan beberapa metode penelitian, yaitu : study literatur, observasi (observation), wawancara(interview)secara online lewat kuesioner online,  dan percobaan (experiment).
a. Study Literatur
Metode pencarian data dengan study literatur, penulis lakukan untuk memperoleh data tentang gizi buruk, 1000 Hari Pertama , dan pembuatan aplikasi. Study literatur dimaksudkan agar hasil penelitian benar-benar sesuai dengan teori yang sudah ada dan mendapatkan hasil penelitian yang optimal serta dapat dipertanggungjawabkan validitasnya.

b. Observasi (Observation)   
Sebelum melakukan wawancara dan percobaan, penulis melakukan kegiatan observasi. Penulis mengamati daerah kota jakarta utara dan khususnya kecamatan koja karena banyak yang memiliki anak balita memiliki penyakit gizi buruk. Selain itu penulis juga, mengamati betapa sikap bodoamat pihak medis puskesmas dan para pengurus warga setempat.

c. Wawancara (interview)
Dalam mengumpulkan data, penulis menggunakan metode wawancara untuk memperoleh data dari narasumber. Penulis membuat pertanyan kuesioner online tentang seputar gizi buruk dan 1000 Hari Pertama. Narasumber terdiri dari : 
1. Pelajar Jakarta Utara 
2. Masyarakat warga Jakarta Utara

D. Percobaan (Experiment)
Dalam penelitian ini, penulis melakukan percobaan membuat aplikasi. Berikut langkah langkah yang singkat : 
1. Buat Project di Android Studio
Pertama, buka Android Studio yang sudah Anda install. Lalu klik Start a new Android Studio project untuk membuat project baru.

2. Membuat Interface
User Interface adalah tampilan visual dari Android. User Interface sendiri menggabungkan konsep desain visual, desain interaksi, dan infrastruktur informasi. Nah, di pembuatan aplikasi Android terdapat dua jenis interface, yaitu View dan ViewGroup. Berikut ini penjelasannya.

3. Request Data Adapter
Adapter adalah komponen yang akan mengatur bagaimana menampilkan data dalam ListView tersebut. Adapter inilah yang menyediakan akses ke  data per item dan juga bertanggung jawab untuk membuat sebuah View pada setiap item dalam kumpulan data

4. Menampilkan Data Menggunakan RecyclerView
RecyclerView adalah sebuah komponen tampilan (widget) yang lebih canggih ketimbang pendahulunya ListView. Ia bersifat lebih fleksibel. RecyclerView memiliki kemampuan untuk menampilkan data secara efisien dalam jumlah yang besar. Terlebih jika Anda memiliki koleksi data dengan elemen yang mampu berubah-ubah sewaktu dijalankan (runtime).

5. Menampilkan Kumpulan Database Menggunakan Dataset
Dataset adalah kumpulan data yang dimiliki dan ingin ditampilkan di aplikasi Android. Bisa berupa array, list, maupun object map.

BAB IV
HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Percobaan
Dari percobaan pertama yang dilakukan oleh penulis yaitu dengan melakukan percobaan membuat aplikasi kesehatan gizi masyarat yang serbaguna yang diberi nama KGM.  Nama KGM dipilih karena merupakan singkatan dari Kesehatan Gizi Masyarakat. Terdapat fitur didalamnya yaitu: 
1. Ruang baca kesehatan
Ilmu pengetahuan tentang kesehatan masyarakat dan yang edukasi masyrakat
2. Ruang informasi
Terdapat jadwal terupdate imunisasi balita di lingkungan sekitar yang informasi itu terhubung langsung oleh pihak medis puskesmas setempat.
                              BAB V
DAFTAR PUSTAKA
Marcellacindi.2018.”1000 Hari Pertama Kehidupan Untuk Generasi Yang lebih baik”,Http://cindimarcella.blogspot.com/2018/10/1000-hari-pertama-kehidupan-untuk.html?m=1,diakses pada 04 mei 2020 pukul 12.28 
Dkk,Meinhartai Tuti.2018.1000 hari pertama kehidupan. Deepulish


No comments:

Post a Comment