Saturday, August 18, 2018

Kelemahan metode pengafal al-qur'an

7 KELEMAHAN MENGHAFAL (AL-QURAN) DENGAN METODE LAMA:

Membahas kelemahan Metode lama dalam menghafal Al-Quran, bukan berarti merendahkan Metode lama apalagi meremehkan para Huffazh (Penghafal Quran). Sama sekali tidak, teman2 jangan salah paham ya?
Justru dengan kita mengetahui kelemahan Metode lama atau metode lain, maka Allah menggerakkan kami untuk menemukan Metode Menghafal Ajaib Paling Asyik Abad ini (Ini versi penemu lho ya?

Cepat jg penting, tapi menghafal asyik, jauh lebih penting.

Karya ini tentunya jauh dari kesempurnaan, karena hanya Allah Al-Badii’ “Pencipta Yang Indah Tiada Banding.”

Untuk itu saran kritik dari teman2 kami tunggu ya?

Berikut ini 7 kelemahan Metode Menghafal yg kita kenal selama ini:

1.  Hanya menggunakan otak kiri, sehingga sulit hafal dan jika sudah hafal mudah lupa.

2.  Harus sering2 muroja'ah selamanya karena jika tidak dimuroja'ah bisa lupa. Tidak jarang menghafal menggunakan otak kiri ini akhirnya menjadi beban, sehingga muncul rasa malas.

3.  Hanya mampu menghafal secara urut ayat dan urut bunyi saja, jadi otak tidak mampu menghafal secara terbalik atau secara acak.

4.  Otak tidak mampu menghafal secara acak nomor. Jangankan utk menemukan hafalan pada Surah2 panjang, sedangkan menghafalkan Asmaul Husna nomor urut 15 atau 75 saja otak kita tidak mampu menemukannya. Jadi memang begitulah cara kerja otak kiri.


5.  Jika menghafal lafal ayatnya saja butuh waktu lama, apalagi jika menghafal beserta artinya?

6.  Meskipun menghafal pakai otak kiri ada yang bisa dicapai dalam waktu 5-6 bulan dengan disiplin tinggi dan harus dikarantina, akan tetapi hanya mampu menghafal secara urut dan bunyi saja.

7. Seringnya berfokus pada hasil, bukan bagaimana agar proses menghafal itu dibikin seasyik mungkin dan sangat menyenangkan. Kebanyakan metode belajar cara lama itu monoton, kaku, kurang fleksibel, jenuh membosankan, sehingga sedikit yg mendapatkan kenikmatan dalam menghafal Alquran.

Karena fokusnya adalah pada hasil, sehingga proses menghafal seolah terburu waktu, tergesa2, tidak sabaran, ingin serba cepat, sehingga kurang teliti, kurang tartil.

Jika proses belajarnya seperti itu, bagaimana kita bisa membentuk pribadi pembelajar sejati?

Coba amati para lulusan belajar metode lama, walau tdk semuanya begitu, tapi kebanyakan mereka yg sudah hafizh Quran, rata2 merasa cukup dengan hafalannya yg begitu saja, kurang kreatif, sulit diajak maju, sulit merubah/ memodifikasi dengan cara baru, jadinya kurang bersaing dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

Singkat kata, bisaku begini ya aku ajarkan begini. Dulu aku diajari begitu ya, maka aku ajarkan seperti itu. Dan berbagai alasan lain yg menunjukkan bahwa mereka sudah merasa cukup ilmu dan sulit menerima perubahan.

Semoga saja, sikap seperti itu tidak dikategorikan sombong, ujub, atau merasa cukup ilmu, karena jika iya, maka layakkah kita meraih syurganya Allah?

Bagaimana teman? Cara menghafal dengan Metode lama, memang begitukan? Hehe...

Jangankan menghafal Al-Quran, menghafal rukun islam, rukun iman, nama2 Malaikat dan nama2 Nabi saja mesti urut bukan? 

Ilmu Ta'aruf

ilmu Ta'aruf:
Dalam Islam Ta’aruf HANYA dilakukan oleh yg SIAP MENIKAH.
Mencintai seseorang sebelum waktunya adalah ujian keimanan, ujian kesabaran.
Jangan dituruti sampai berlanjut ke jalan yang dilarang.. .
Sebelum ta'aruf fokus pantaskan diri dgn ibadah, prestasi, karir.
.
.
(Utk wanita, kalau ada lelaki yang ngajak ta'aruf...biar gak di PHP, tanyakan kapan dia SIAP NIKAH nya? Kalau jawabannya masih lama atau gak tentu, berarti ada potensi PHP atau having fun sampai menunggu siap)
.
Islam atur & memfasilitasi melalui menikah. Nah Ta’aruf adalah Jembatan saling mengenal menuju pernikahan yg diajarkan dlm Islam.
.
Belum bisa menafkahi (gak punya uang).. artinya sabar .. jangan bermain cinta dulu. .
Jomblo karena Allah.
Itulah ujian keimanan.
Iman teruji surga balasannya.
.
.
Ta'aruf itu TERJAGA, bukan berduaan nyerempet maksiat. .
Waktu ber ta'aruf relatif singkat tidak berlama-lama.
Jadi, kamu didampingi MEDIATOR/perantara ta'aruf. Biar ada yg membantu prosesnya fokus dan terjaga. Mediatormu bisa Orangtua, saudara, ustadz/ah, Murobi atau teman yang sholeh.
.
.
Cinta itu begitu suci. ia tidak boleh diumbar secara murahan, apalagi melanggar aturan Allah.. akibatnya bisa sampai ke akhirat.
.
Ta'aruf itu kamu & dia saling MENCARI TAHU, mengukur, menilai, bertanya. .
.
Kamu juga bisa cari tau kepada teman kerjanya / tetangganya. Agar dpt tambahan gambaran. Apakah sesuai dengan harapanmu? .
Apakah pantas untuk kamu bawa ke jenjang pernikahan?
.
.
Di awal ta’aruf, kalau belum saling mengenal, boleh BERTUKAR BIODATA. Untuk memudahkan. Plus untuk penilaian awal, kalau memang sudah jauh dari harapan, Gak Perlu ke tahap pertemuan.
.
.
Lalu PERTEMUAN. Didampingi mediator. Kamu & dia saling menjelaskan tentang diri, latar belakang keluarga, pendidikan, pekerjaan, visi misi.. kelebihan kekurangan secukupnya.
.
Tanpa bersentuhan sedikit pun !
.
Pertemuan boleh lebih dari sekali tapi seperlunya & didampingi mediator.
.
.
REDAM BAPER. Saat berta’aruf JANGAN terburu-buru menjatuhkan cinta, tetapi dalami pribadinya. Karena dia yg ta'aruf denganmu belum tentu jodohmu. Berat kalau ditakdirkan berpisah namun dlm kondisi sudah cinta.


Monday, August 13, 2018

"8 MACAM AZAB KAUM WANITA DINERAKA SERTA SEBABNYA"

"8 MACAM AZAB KAUM WANITA DINERAKA SERTA SEBABNYA"

Yang Hadir DiSini
Semoga Diampuni Dosa Dosanya Dan Kelak Menjadi Penghuni Surganya Allah Swt..Aamiin yaa Rabbal'Aalamiin..

Saudara dan saudari kaum Muslimin dan Muslimat, renungan khususnya untuk para wanita, (HAWA).
 Ali r.a menceritakan suatu ketika melihat Rasulullah saw menangis manakala ia datang bersama Fatimah. Lalu keduanya bertanya mengapa Rasulullah saw, mengapa beliau menangis.

Beliau menjawab, "Pada malam aku di isra'kan, aku melihat perempuan-perempuan yang sedang disiksa dengan berbagai siksaan. Itulah sebabnya mengapa aku menangis. Karena, menyaksikan mereka yang sangat berat dan mengerikan siksanya.
Putri Rasulullah saw kemudian menanyakan apa yang dilihat ayahandanya.

Rasulullah saw menjawab, seperti ini:

1. Aku lihat ada perempuan digantung rambutnya, Otaknya mendidih.

2. Aku lihat perempuan digantung lidahnya, Tangannya diikat ke belakang dan timah cair dituangkan ke dalam tengkoraknya.

3. Aku lihat perempuan tergantung kedua kakinya dengan terikat tangannya sampai ke ubun-ubunnya, diulurkan ular dan kala jengking.

4. Dan aku lihat perempuan yang memakan badannya sendiri, di bawahnya dinyalakan api neraka.

5. Serta aku lihat perempuan yang bermuka hitam, memakan tali perutnya sendiri.

6. Aku lihat perempuan yang telinganya pekak dan matanya buta, dimasukkan ke dalam peti yang dibuat dari api neraka, otaknya keluar dari lubang hidung, badannya berbau busuk karena penyakit sopak dan kusta.

7. Aku lihat perempuan yang badannya seperti himar, beribu-ribu kesengsaraan dihadapinya.

8. Aku lihat perempuan yang rupanya seperti (mengumpat, dll),

sedangkan api masuk melalui mulut dan keluar dari duburnya sementara malaikat memukulnya dengan pentung dari api neraka,

Fatimah Az-Zahra kemudian menanyakan, "Mengapa mereka disiksa seperti itu?"

Rasulullah menjawab,
"Wahai putriku,
Adapun mereka yang tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah wanita yang tidak menutup rambutnya sehingga terlihat oleh laki-laki yang bukan muhrimnya.

Perempuan yang digantung adalah isteri yang 'mengotori' tempat tidurnya.

Perempuan yang tergantung kedua kakinya ialah perempuan yang tidak taat kepada suaminya, ia keluar rumah tanpa izin suaminya, dan

perempuan yang tidak mau mandi suci dari haid dan nifas.

Perempuan yang memakan badannya sendiri ialah karena ia berhias untuk lelaki yang bukan muhrimnya dan suka mengumpat orang lain.

Perempuan yang memotong sendiri dengan gunting api neraka karena ia memperkenalkan dirinya kepada orang yang kepada orang lain bersolek dan berhias supaya kecantikannya dilihat laki-laki yang bukan muhrimnya.

Perempuan yang diikat kedua kaki dan tangannya ke atas ubun-ubunnya diulurkan ular dan kalajengking padanya karena dia meninggalkan solat dan tidak mahu mandi junub.

Perempuan yang kepalanya seperti babi dan badannya seperti himar ialah tukang umpat dan pendusta.

Perempuan yang menyerupai anjing ialah perempuan yang suka memfitnah dan membenci suami.

"Mendengar itu, Ali dan Fatimah Az-Zahra pun turut menangis. Dan inilah peringatan kepada kaum perempuan.

Wahai Sahabatku Kaum muslimah..
Yuk Kita Semua Mulai Memperbaiki Diri..
sebelum Semua Terlambat..
Tutuplah Aurat Dengan Sempurna
jagalah lisan Dan Akhlak kita..
Sebelum Datangnya maut Merenggut nyawa kita,
yang Bisa Menyelamatkan kita Kelak Dari Azab neraka Adalah Amalan Sholeh yg kita Kerjakan Semasa Hidup Didunia ini...

Ya Allah,,,,,akhirilah hidup kami dengan husnul-khatimah (akhir yang baik),
dan jangan Kau akhiri hidup kami dengan suu-ul-khatimah (akhir yang buruk)”..Aamiin yaa Allah yaa Rabbal'Aalamiin...


 Aamiin..