Wednesday, November 8, 2023

Modul Nusantara Ke Vihara Sorong


Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah  story telling dan diskusi tanya jawab mendapatkan informasi tentang jejak sejarah keberadaan agama Budha di tanah papua yang akan di sampaikan langsung oleh narasumber yang berada di Vihara Pagoda Sapta Ratna. 

Vihara Buddha Jayanti ini terletak di jalan jendral ahmad yani No. 49 Sorong. Dibangun pada tahun 1986 pembangunan 1988 peresmian atas inisiatif beberapa tokoh masyarakat Buddha yang menginginkan agar Umat Buddha di kota Sorong punya tempat ibadah yang layak seperti agama lainnya. Dan tanpa kesulitan apapun, Vihara ini akhirnya berdiri.

            Dari Pagoda Vihara, kami harus melewati beberapa anak tangga dulu menuju Vihara Utama. Dan setelah sampai di Puncak, kami kembali dibuat takjub dengan pemandangan indah kota Sorong dan Lautnya dengan beberapa Kapal yang sedang berlayar…ditambah warna mentari yang hampir kembali ke paraduannya,  kami jatuh cinta dibuatnya. Vihara tampak sepi siang itu, pintu masuk ke dalam ruang utama Vihara-pun terkunci, saya hanya bisa memotret bagian dalam ruangan utama Vihara

         Setelah mengagumi pemandangan dan bagian dalam Vihara, saya beralih ke sekitar pelataran Vihara. sebuah Lonceng, tempat menaruh dupa, dan beberapa ornament Buddha yang menarik perhatian. Yang kami sayangkan tidak ada guide yang bisa menjelaskan sejarah dan apa saja yang berkaitan dengan Vihara ini, sehingga cara kami menikmati sore di Vihara itu hanya dengan mengabadikan moment. Usai menikmati pemandangan alam dan bangunan yang begitu memanjakan mata, kami berbincang didalam vihara mengenai merajut kebhinekaan tentang sejarah vihara, ciri khas ibadah umat budha,           

Namun, yang paling menarik adalah hiasan di area luar pagoda tersebut Tampak menghiasi langit-langit pagoda yang didominasi warna merah, sejumlah ukiran kayu bernuansa Papua yang menghiasinya. Jelas terlihat adanya akulturasi budaya serta toleransi di dalamnya. Papua barat tepat di sorong indeks kerukuran antar umat beragama 87%.

Perdamaian erat kaitannya dengan saling toleransi, mendengarkan dan memahami, serta mengurangi perdebatan yang tak perlu adalah kunci yang paling penting.

Tuesday, November 7, 2023

Modul Nusantara 1, PMM INBOUND UNIMUDA SORONG

Kegiatan Modul Nusantara Kebhinekaan di Pulau Doom kami melakukan perjalan yang menambah wawasan kami terkait dari tempat tempat bersejarah dan peninggalan di Pulau Doom, baik dari banker penjajahan Jepang dan belanda , Rumah tradisional peninggalan Belanda, Masjid umat islam Tertua dan pertama di Pulau Doom serta yang terakhir yaitu Gua Jepang uang masih dilestrarikan dan dirawat sebagai tempat wisata masyarakat sekitar. Sehingga pengalaman tersebut menjadi suatu pembelajaran yang memudahkan mahasiswa untuk menerima informasi yang dipaparkan oleh narasumber kebhinekaan dan menambah wawasan yang menjadi pengalaman dan pembelajaran sejarah hidup bagi para mahasiswa yang ikut dalam Modul Nusantara yang dilakukan.


Hasil observasi dan story telling yaitu penjelasan cerita sejarah Pulau Doom 


Pulau Doom di Papua Barat menjadi pintu gerbang kolonialisme Belanda sebelum menduduki Papua. Semangat negeri kincir angin masih hidup di gedung-gedung dan jalanan. Sayangnya, jejak zaman kolonial perlahan mulai hilang. Pulau Doom juga dikenal sebagai Pulau Mutiara, Pulau Dam, dan Pulau Bintang. 


Menurut penelitian, ada tujuh kotak obat yang tersebar di sekitar Pulau Doom. Casemates terletak di beberapa lokasi, biasanya di dua lokasi yang berdekatan. Dilihat dari lokasi penambahannya, terdapat tiga lantai di salah satu ujung pulau kecil, dan sisanya empat lantai di ujung lainnya. 


Diurutkan berdasarkan lokasi di Isle of Doom, lantainya mencakup beberapa Rukun Keluarga (RK) atau Rukun Tetanga (RT). Ada kotak obat di RK5. RK4 memiliki dua lantai. 1 lantai di RK3 dan 3 lantai lainnya di RK2. Pindah ke RK2, termasuk lantai halaman gereja. Masing-masing dari tujuh lantai tersebut memiliki bentuk yang berbeda-beda. Ada yang berbentuk setengah lingkaran, ada yang berkaki, ada yang berbentuk persegi, dan ada pula yang bentuknya tidak beraturan. Karena letaknya, kotak obat ini mungkin terhubung dengan kotak obat lain. Terhubung disini maksudnya dihubungkan dengan gua-gua yang menyerupai katakombe. 


Saya menemukan rumah dengan tradisi Belanda ada orang Jepang di Pulau Dom, dan sebelum ada orang Jepang, sudah ada orang Belanda. Pada tanggal 12 April 1919, terdapat kamp pengungsi Belanda di sana. Bankar Belanda berbentuk seperti batu dan penuh dengan rumah peninggalan Belanda. Namun sebelumnya Jepang adalah Belanda. Dari tahun 1935 hingga 1962, Rumah Garda Belanda dan penjara yang berdekatan menjadi Sekolah Menengah Umum Kota Solon No. 4 milik pemerintah Belanda di Pulau Dom. Upaya untuk mencegah kelangsungan hidup masyarakat. Pada bulan Desember, festival ini akan diadakan untuk pertama kalinya di lapangan sepak bola Pulau Katedral. Lahan penjara tidak dijadwalkan untuk dibongkar. Tahanan politik. Namun masjid tertua ini mengalami tiga kali renovasi. 

Sejarah Masjid Tertua Pulau Doom

 Masjid tertua di Sorong yang selamat dari Perang Dunia II. Namun lokasi tersebut tidak ada di sini, masjid pertama dibangun dari pohon bakau dan terletak di atas lapangan sepak bola. Lapangan sepak bola memiliki sejarah yang panjang. Selama Perang Dunia II, banyak orang ditembak di sini, termasuk masjid yang hancur. Oleh karena itu, masjid tersebut direlokasi. Sejuta penglihatan menjadi kabur. Seperti yang Anda ketahui, ini mungkin satu-satunya masjid di Papua atau Indonesia yang memiliki staf tidak dibayar dan bertujuan untuk menyebarkan agama dan kebaikan terhadap kemanusiaan. Masjid ini juga sama indahnya dengan masjid ini. Yang pertama, seperti Masjid Demak bertingkat tiga, terbuat dari besi Tian Arif. Namun hal itu belum terjadi. Masjid yang ada saat ini sudah modern. Telah direnovasi sebanyak 7 kali. Gendang ini berasal dari abad ke-2. 


Masjid ini tidak hanya religius tetapi juga memiliki tradisi yang sejalan dengan agama. Jika resepsi pernikahan Anda diadakan di sini. Festival Islam dirayakan secara tradisional. Membutuhkan penggunaan oral. Kombinasi ekstremisme dan kasih sayang. 14. Imam 


Imam pertama tinggal di Maluku. Islam yang masih bertahan adalah Islam Papua. Semua tradisi wajib untuk meneruskan kepercayaan orang maluku. Toleransi yang tak tergoyahkan. Kita tenggelam dalam agama kita masing-masing. Konflik agama di Papua tidak pernah terjadi, namun hidup berdampingan. Yayasan SD Konspirasi Kristen YPK. Yppk, agama dan pendirian agama mendatangkan permusuhan. Namun, tidak ada fasilitas akomodasi untuk H. Daga di Papua. Ada pemisahan antara Kristen dan Muslim. Muslim di kiri, Kristen di kiri.



Wawasan dan pengetahuan baru yang diperoleh

Saya dan kami semua mengetahui tentang banker peninggalan penjajahan Jepang yang terdapat di Pulau Doom, kami juga dapat menambah wawasan tentang asal muasal penjajahan jepang di Pulau Doom di Tanah Timur, kami juga mendapatkan wawasan berupa rumah bangunan dan penjara para penjajahan Belanda dan Jepang serta kami juga mengetahui tentang sejarah agama islam dan masjid tertua di Pulau Doom dan terakhir kami mengetahui tentang Goa Jepang yang dijadikan sebagai wisata sejarah dan dilestarikan.

Menambah wawasan terbaru bahwa Pulau Doom sudah dikenal dan ditinggali sejak masa pendudukan Belanda. Istimewanya pulau ini adalah nilai sejarah yang dimilikinya. Belanda sudah melirik keberadaan pulau ini sejak tahun 1800-an dan kemudian sekitar tahun 1935 Pulau Doom dijadikan sebagai ibukota pusat pemerintahan Sorong yang disebut Onderafdeling. Pada masa itu, Sorong sama sekali belum berbentuk kota, pusat kegiatan sepenuhnya berada di Pulau Doom. Hal ini tentu saja membuat Doom lebih dulu mendapat aliran listrik, infrastruktur dan berbagai fasilitas dibandingkan Sorong daratan. Jadi, tidak heran bila pada saat itu Pulau Doom lah yang paling bersinar diantara tempat-tempat lain di perairan Sorong. Oleh karena terang cahaya itu, masyarakat setempat juga menyebut Pulau Doom dengan sebutan pulau bintang.


Tidak hanya Belanda, Jepang pun pernah merasakan tinggal di pulau ini. Pada masa perang dunia ke dua, Jepang menjadikan Pulau Doom sebagai basis pertahanan mereka di wilayah perairan Hollandia. Tentara Jepang banyak membuat gua-gua yang saling terhubung dengan banyak bunker-bunker pertahanan ala strategi perang Jepang kala itu. Oleh karenanya, tidak aneh bila saat ini kita akan menemukan banyak sekali gua-gua peninggalan Jepang tersebar luas di wilayah daratan Pulau Doom.


Keberadaaan Belanda dan Jepang ini tentu saja memunculkan sebuah kondisi khusus bagi Pulau Doom di masa sekarang ini. Pertama kami menjejakkan kaki di pulau ini, aura sejarah sudah sangat terasa sekali. Bangunan-bangunan di pulau Doom memiliki arsitektur yang sangat berbeda dengan wilayah Papua manapun, termasuk kota Sorong. Biasanya rumah masyarakat Papua pada umumnya berbentuk rumah panggung dan dibuat dari kayu, namun di Pulau Doom kita akan menyaksikan rumah-rumah khas Belanda dengan konstruksinya yang terkenal kuat dan tersusun rapih. Berbagai peninggalan fasilitas Belanda seperti Gardu Listrik, Gereja dan Gedung Serba Guna pun masih dapat kami lihat berdiri kokoh. Kami merasa seperti tidak berada di wilayah Sorong.


Hal unik lainnya adalah keberadaan alat transportasi berupa becak yang banyak berlalu-lalang di pulau ini. Hebatnya, becak hanya ada di pulau ini saja dan tidak menyebar hingga ke kota Sorong. Menurut salah seorang tukang becak, keberadaan becak ini dibawa oleh beberapa transmigran yang dahulu memutuskan untuk tinggal di Pulau Doom. Kondisi ini akhirnya berkembang dan menjadikan becak sebagai salah satu alat transportasi utama di pulau indah ini. Selain becak, juga terdapat motor dan sepeda sebagai alat transportasi. Sedangkan untuk menghubungkan Doom dengan Sorong masyarakat umumnya mengandalkan kapal motor atau kapal nelayan.


Hingga saat ini keberadaan Pulau Doom masih dikenal luas. Bahkan, bagi sebagian veteran tentara Belanda yang pernah bertugas di Pulau ini, Doom akan selalu menarik untuk dikunjungi. Banyak sekali wisatawan asing khususnya warga Belanda dan Jepang yang secara tersendiri datang ke Pulau Doom hanya untuk mengenang masa lalu dan berkeliling mengingat nostalgia keberadaan mereka di tempat ini. Kami sangat terpukau dengan pesona sejarah pulau ini dan berharap masyarakat pendatang yang baru menempati pulau ini pun mempunyai kesadaran untuk melestarikan harta sejarah tak ternilai Pulau Doom. 


https://www.instagram.com/reel/CxDVI_phgvH/?igshid=MzRlODBiNWFlZA==


Welcome Ceremony Pertukaran Mahasiswa Merdeka Inbound Batch 3


Titik kumpul depan Masjid unimuda Sorong disambut alat musik tradisional suling tamboor khas papua barat setelah itu pembukaan  dengan tarian dari raja ampat , dilanjutin dengan alam ilahi mahasiswa Unimuda.

 Acara selanjutnya lporan koordinator PT Unimuda dan kata sambutan rektor Unimuda : Dr. Rustam, pengisi acara :  Dr. Chaerul Anwar, materi menceritakan :  tentang keindahan Indonesia dan papua New guinea, Sambutan dari kepala lldikti wilayah 14 : penyematan almet kepsu pmm3 dan mahasiswa papua New guinea penandatanganan kita kontrak kerja sama oleh rektor Unimuda dan bapak Chaerul anwar penyerahan cindra mata dari  mahasiswa muhammadiyah pontianak don Universitas islam nusantara & Universitas  jendral sudirmanbpurwokerto ,menyanyikan lagu tanah Papua, dan diakhiri dengan Doa. 

Matras, kegiatan masa taaruf mahasiswa unimuda sorong  baru dan mahasiswa pertukaran mahasiswa merdeka. Dan Rekor Muri Tarian Khas Papua ialah tarian burung aster tempat di stadion unimuda sorong