Tuesday, May 19, 2020

Untukmu yang sedang patah hati, cobalah tersenyum lagi

Cobalah tersenyum lagi karena yang sakit itu dadamu, bukan bibirmu. Teruslah melangkah kembali karena yang patah itu hatimu, bukan kakimu.

Jika dia merobek hatimu, tolong kamu jangan ikut merusak hidupmu. Jangan dzalimi diri sendiri dengan lamunan panjang, tangisan di tengah sunyi, marah-marah gak jelas, muka masam serta keluh kesah yang tak berkeseduhan. 

Patah hati itu untuk disembuhkan, bukan digalaukan. Rasa sakit itu untuk dipulihkan, bukan dipikirkan. Waktumu di dunia ini singkat, jangan kau persingkat lagi dengan drama-drama yang tidak mendewasakan. 

Beranjaklah, buktikan bahwa kamu tidak akan lagi tunduk pada perasaan. Bahwa kamu tidak akan lagi menjadi budak cinta. Kamu harus merdeka dari penjajahan masa lalu.

Untukmu yang sedang patah hati, gapapa menangis...

Gapapa jika dengan menangis bisa membuat dadamu lumayan lega. Tapi jangan lama-lama ya. Jangan sampai air matamu habis hanya untuk sedih-sedihan seperti itu. Sisakanlah sebagian air matamu untuk hari nanti.

Untuk kapan?

Pada hari di saat kamu dilamar oleh seseorang yang cinta dan ketulusannya, tak pernah kau temui di sebelum-sebelumnya. Seseorang yang bukan hanya mencintai, tapi siap menikahi agar bisa menyayangimu sepenuh hati.

Pada hari itu, menangislah disertai senyuman haru atas kebaikan Tuhan yang telah memisahkanmu dengan yang salah untuk kemudian disatukan dengan yang tepat. Berbahagialah dengan penuh syukur. Bersyukurlah dengan penuh bahagia. 

Untukmu yang sedang patah hati, silakan jika ingin bercerita...

Silakan bercerita jika itu bisa sedikit meredakan sesakmu di dalam dada. Tapi jika boleh memberi saran, jangan dulu bercerita pada orang lain bahkan ibumu atau sahabat terbaikmu sekali pun...

Mengadulah kepada Rabbmu terlebih dahulu ya. Sebab orang-orang hanya bisa mengusap basah di pipimu. Tetapi tidak, mereka tidak bisa menyembuhkan sakit di hatimu.

Maka setelah shalat, jangan dulu melucuti mukenamu. Angkatlah kedua tanganmu sejenak, pejamkan matamu beberapa saat, lalu mohon ampunlah kepada Allah karena barangkali, luka itu tidak lain disebabkan oleh kamu sendiri yang sudah lancang berharap secara berlebihan kepada selain-Nya.

Kemudian mohonlah pertolongan agar rasa yang ingin kauhilangkan segera Allah cabut. Agar sakit yang ingin kauobati secepatnya Allah sembuhkan. 

Untukmu yang patah hati, sebenarnya tidak ada nasihat apa pun di sini, hanya barangkali ada sebuah pertanyaan yang mesti kau jawab sekarang juga...

Atas kehilangan yang begitu menyesakkan, atas perpisahan yang teramat menikam dada, pun atas patah hati yang sakitnya tak terkatakan, sudahkah kamu meyakini bahwa inilah cara Allah untuk mendidikmu menjadi lebih kuat dari sebelumnya lemah, lebih dewasa dari asalnya kekanakan, juga lebih berhati-hati dari biasanya mudah sekali jatuh hati?

Tuesday, May 12, 2020

KISAH ALI BIN ABI THALIB MELAMAR FATIMAH PUTRI RASULULLAH SAW

Dalam Diam Ada Cinta

Kisah cinta yang sudah terpendam sejak lama, kisah cintanya sangat terjaga kerahasiaannya dalam kata, sikap dan ekspresi mereka bahkan konon syaithanpun tak bisa mengendusnya, mereka bisa menjaga izzah mereka, hingga Allah telah menghalalkannya.

Ali bin Abi Thalib adalah keponakan dan salah satu sahabat yang istimewa dimata Rasulullah SAW. Selain beliau tinggal langsung bersama Rasulullah, dia juga seorang pemberani yang pernah menggantikan posisi tidur Rasulullah disaat hijrah dan juga seorang mujahid perang yang gagah.

Sementara Fatimah, putri Rasulullah SAW yang taat, penyayang dan sangat peduli pada Rasulullah SAW, selalu ada disamping ayahnya dalam setiap kisah perjuangan sang ayah membumikan nilai-nilai islam di tengah kafir Quraisy.

Ali sudah menyukai Fatimah sejak lama, kecantikan putri Rasulullah ini tak hanya jasmaninya saja, kecantikan Ruhaninya melintasi batas hingga langit ketujuh. Kendalanya adalah perasaan rendah dirinya, apakah mampu ia membahagiakan putri Rasulullah dengan keadaannya yang serba terbatas. Demikian kira-kira perasaan yang ada pada Ali saat itu.

Pada suatu ketika, Fatimah dilamar oleh seorang laki-laki yang selalu dekat dengan nabi, yang telah mempertaruhkan kehidupannya, harta dan jiwanya untuk Islam, menemani perjuangan Rasulullah SAW sejak awal-awal risalah ini. 

Dialah Abu Bakar Ash Shiddiq, entah kenapa mendengar berita ini Ali terkejut dan tersentak jiwanya, muncul rasa-rasa yang diapun tak mengerti, Ali merasa diuji karena terasa apalah dirinya jika dibanding dengan Abu Bakar kedudukannya disisi nabi. 

Ali merasa belum ada apa-apanya bila dibanding dengan perjuangannya dalam menyebarkan risalah Islam, entah sudah berapa banyak tokoh-tokoh bangsawan dan saudagar Makkah yang masuk Islam karena sentuhan dakwahnya. Sebutlah ‘Utsman, ‘Abdurrahman bin auf, Thalhah, Zubair, Sa’d bin abi Waqqash, Mush’ab. Ini yang tak mungkin dilakukan oleh anak-anak seperti Ali. Tak sedikit juga para budak yang dibebaskan oleh Abu Bakar sebutlah Bilal bin rabbah, khabbab, keluarga yassir, ‘Abdullah ibn mas’ud.

Dari sisi finansial Abu Bakar seorang saudagar, tentu akan lebih bisa membahagiakan Fatimah, sementara Ali?, hanya pemuda miskin dari keluarga miskin.

Melihat dan memperhitungkan hal ini, Ali ikhlas dan bahagia jika Fatimah bersama Abu Bakar, meskipun ia tak mampu membohongi rasa-rasa dalam hatinya yang ia sendiri tak mengerti, apakah mungkin itu yang namanya cinta?

Namun ternyata lamaran Abu Bakar ditolak oleh Fatimah sehingga hal ini menumbuhkan kembali harapannya. Ali kembali mempersiapkan diri, berharap dia masih memiliki kesempatan itu.

Namun ujian bagi Ali belum berakhir, setelah Abu Bakar mundur muncullah laki-laki nan gagah perkasa dan pemberani. Seseorang yang dengan masuk Islamnya mengangkat derajat kaum muslimin, seorang laki-laki yang membuat syaithan berlari takut dan musuh-musuh Allah bertekuk lutut. Seorang yang diberi gelar Al-Faruq.
Ya, dialah Umar ibn Al Khaththab. Pemisah antara kebenaran dan kebatilan juga datang melamar Fatimah.

Ali pun ridha jika Fatimah menikah dengan Umar, ia bahagia jika Fatimah bisa bersama dengan sahabat kedua terbaik Rasulullah setelah Abu Bakar yang mana Rasulullah sampai mengatakan “Aku datang bersama Umar dan Abu Bakar”.

Namun kemudian Ali pun semakin bingung karena ternyata lamaran Umar pun ditolak. 

Setelah itu menyusul Abdurahman bin Auf melamar sang putri dengan membawa 100 unta bermata biru dari mesir dan 10.000 Dinnar, kalo diuangkan dalam rupiah kira kira 55 milyar. Dan lamaran bermilyar-milyar itupun ditolak oleh Rasulullah. 

Akan tetapi kekhawatiran Ali bin Abi Thalib belum berakhir sampai di sini karena ternyata sahabat yang lainpun melamar sang Az Zahra. Usman bin Affanpun memberanikan dirinya melamar sang putri, dengan mahar seperti yang dibawa oleh Abdurrahman bin Auf, hanya ia menegaskan kembali bahwa kedudukannya lebih mulia di banding Abdurrahman bin Auf karena ia telah lebih dahulu masuk islam.

Tidak disangkaa tidak diduga, ternyata Rasulullahpun menolak lamaran Usman bin Affan.

Empat sahabat sudah memberanikan diri dan mereka semua telah ditolak oleh Rasulullah SAW. 

“Mengapa bukan engkau saja yang mencobanya kawan?”, seru sahabat Ali,
"Mengapa engkau tak mencoba melamar Fatimah?, aku punya firasat, engkaulah yang ditunggu-tunggu Baginda Nabi..”
“Aku?”, tanyanya tak yakin.
“Ya. Engkau wahai saudaraku!”
“Aku hanya pemuda miskin. Apa yang bisa aku andalkan?”
Sahabatnyapun menguatkan “Kami dibelakangmu, kawan!

Akhirnya Ali bin Abi Thalibpun memberanikan diri menjumpai Rasulullah untuk menyampaikan maksud hatinya, meminang putri nabi untuk jadi istrinya. Awalnya beliau hanya duduk di samping Rasulullah dan lama tertunduk diam. Hingga Rasulullahpun bertanya ” wahai putra Abu Thalib, apa yang engkau inginkan?”

Sejenak Ali terdiam, dan dengan suara bergetar iapun menjawab, ” Ya Rasulullah, aku hendak meminang Fatimah” Mendengar jawaban Ali ini beliau SAW tidak terkejut. "Bagus, wahai Ibnu Abu Thalib, beberapa waktu terakhir ini banyak yang melamar putriku, tetapi ia selalu menolaknya, oleh karena itu, tunggulah jawaban putriku”

Kemudian Rasulullah meninggalkan Ali dan bertanya kepada putrinya, ketika ditanya Fatimah hanya terdiam dan Rasulullah SAW menyimpulkan bahwa diamnya Fatimah pertanda kesetujuannya.

Rasulullah kemudian mendekati Ali dan bersabda "Apakah engkau memiliki sesuatu yang akan engkau jadikan mahar wahai Ali?

Alipun menjawab ” Orang tuaku yang menjadi penebusnya untukmu ya Rasulullah, tak ada yang aku sembunyikan darimu, aku hanya memiliki seekor unta untuk membantuku menyiram tanaman, sebuah pedang dan sebuah baju zirah dari besi”

Dengan tersenyum Rasulullah SAW bersabda "Wahai Ali, tidak mungkin engkau terpisah dengan pedangmu, karena dengannya engkau membela diri dari musuh-musuh Allah SWT dan tidak mungkin juga engkau berpisah dengan untamu karena ia engkau butuhkan untuk membantumu mengairi tanamanmu, aku terima mahar baju besimu, jual lah dan jadikan sebagai mahar untuk putriku” Wahai Ali engkau wajib bergembira sebab Allah sebenarnya sudah lebih dahulu menikahkan engkau di Langit sebelum aku menikahkan engakau di Bumi" Diriwayatkan oleh Ummu Salamah ra. 

Ali bin Abi Thalib menjual baju besi tsb dengan harga 400 dirham dan menyerahkan uang tersebut kepada Rasulullah SAW, dan nabipun membagi uang tersebut ke dalam 3 bagian. Satu bagian untuk kebutuhan rumah tangga, satu bagian untuk wewangian dan satu bagian lagi di kembalikan kepada Ali bin Abi Thalib sebagai biaya untuk jamuan makan untuk para tamu yang menghadiri pesta.

Setelah segala-galannya siap,dengan perasaan puas dan hati gembira dan di saksikan oleh para sahabat Rasulullah mengucapkan kata ijab kabul pernikahan putrinya

Kemudian Nabi SAW bersabda:"Sesunguhnya Allah Azza wa Jalla memerintahkan aku untuk menikahkan Fatimah Putri Khadijah dengan Ali bin Abi Thalib,Maka saksikanlah sesunguhnya aku telah menikahkanya dengan mas kawin empat ratus dihram(nilai sebuah baju besi) dan Ali Ridho(menerima)mahar tersebut.

Maka menikahlah Ali dengan Fatimah Pernikahan mereka penuh hikmah walau di arungi di tengah kemiskinan Bahkan di sebutkan oleh Rasulullah sangat terharu melihat tangan Fatimah yang kasar karena harus menepung gandum untuk membantu suaminya

Dan malam harinya setelah dihalalkan oleh Allah SWT, terjadilah dialog yang sangat menggetarkan. Dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari setelah keduanya menikah, Fatimah berkata kepada Ali,

“Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu, aku pernah satu kali merasakan jatuh cinta kepada seorang pemuda dan aku ingin menikah dengannya”,
Ali pun bertanya mengapa ia tak mau menikah dengannya, dan apakah Fatimah menyesal menikah dengannya.
Sambil tersenyum Fatimah menjawab, “Pemuda itu adalah dirimu.”

Subhanallah, itu adalah pujian terbaik dari seorang istri yang bisa membahagiakan hati suaminya.

Ali dan Fatimah saling mencintai karna Allah mereka mencintai dalam diam,menjaga cintanya dan Allah satukan dalam ikatan suci pernikahan Maa Syaa Allah.

Semoga Allah SWT mempertmukan kita semua dengan orang yang sunguh-sunguh mencintai kita seperti Fatimah dan Ali. 

Aamiin Yaa Robbal Alamiin.


Thursday, May 7, 2020

cara menghafal al - Qur'an menghafal 1 halaman selama 30 menit

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..
Bismillah 
Ketika hafalan saya masih 2 juz tepatnya hafalan saya pada saat itu juz 30 dan 29 masih merasa sangat susah dalam menghafal, bahkan 1 juz saja saya harus menghafalnya dalam waktu 3 bulan dan waktu tersebut termasuk lama.

Ketika hafalan saya masuk pada juz 28 tepatnya pada surah al-Mumtahanah disinilah puncaknya kesusahan dalam menghafal saya sampai menangis saking sulitnya menghafal surat yang satu ini maka saya terus mencoba metode yang cocok saya pribadi

Dahulu sebelum saya mendapatkan metode ini saya Menghafal dengan melihat ayat yang ingin dihafal ketika saya hafal ayat 1 saya lanjutkan ayat yang ke-2 dst. Tapi metode ini membuat saya cepat lupa ayat yang diatasnya

Masa – masa indah di pesantren tak terasa sampailah saya 1 tahun menuntut ilmu dan saya masih merasa kesusahan untuk menghafal, akhirnya pada suatu saat datang salah seorang syaikh dari mesir bernama syaikh Ali dari Mesir (kalaugaksalahingat), beliau memiliki sanad dalam Qiro’ah dan sempat mengajarkan ilmu tajwid ke kami tapi hal itu tak berlangsung lama

Bagaimana metodenya ?

1.Tentu setiap manusia berbeda – beda dalam tingkatan dalam menghafal, ada yang cepat dan ada yang lambat saya pernah masuk dalam kategori lambat dalam menghafal, karena saya sadar diri maka saya berdoa agar dimudahkan untuk menghafal, maka perbanyaklah doa

2. Sebelum menghafal carilah tempat yang tenang, jauhkan hal – hal yang dapat mengganggu kosentrasi (gadget, laptop, istri/suami, anak)

3. Misalnya didalam 1 halaman terdapat 5 ayat dalam Al-Qur’an maka yang anda harus lakukan ialah jika anda ingin menghafal ayat pertama maka fokuskan mata anda, telinga anda dan suara anda pada ayat pertama tersebut dan bacalah 10 kali tidak peduli apakah ketika anda baca 5 kali sudah hafal, pokoknya baca sampai 10 kali dengan melihatnya secara tajam ayat tersebut baca dengan suara yang keras sehingga semua pancaindra anda bekerja, bukankah semakin banyak yg bekerjasama semakin cepat terselesaikan

4. Ketika anda telah membacanya 10 kali ayat yang pertama maka tutuplah mushaf anda, tutuplah mata anda dan coba ulangi lagi sebanyak 3 kali dan jangan sampai ada salah, jika ada salah maka kembali ulangilah dengan membaca 10 kali

5. Ketika anda telah menghafal ayat pertama dengan benar – benar hafal maka lanjutkanlah menghafal ayat ke-2 dengan metode tadi

6. Ketika anda telah menghafal ayat ke-2 dengan metode yang ana jelaskan , maka tutuplah mushaf anda dan bacalah ayat pertama dan ke-2 tanpa melihat mushaf begitu seterusnya sampai 5 ayat
mungkin bagi anda yang baru menghafal membutuhkan waktu 1 jam, akan tetapi dengan berlalunya waktu anda dengan izin Allah anda bisa menghafal dalam waktu setengah jam