Friday, April 24, 2020

"Kenapa si kak, Ko laki2 itu yang dilihat pertama dari perempuan selalu fisiknya? Pasti kalo ada cewek cantik di kelas saya jadi rebutan para laki2?"

.
QS ali imran: 14
'Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa2 yang diingini, yaitu: wanita2, anak2, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang2 ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, & di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).'
.
Laki2 mah emang gitu hehe. Sukanya sama perempuan yg bening bling2 cantik cetar membahenol & mempesona.
.
Tapi cantik itu relatif ko. Kalo fisik kan sudah ketetapan Allah ya. Kalo kamu merasa fisikmu biasa saja, masi ada banyak hal yg bisa dirubah & membuatmu menjadi cantik & menarik.
.
Sifat yg baik, banyak tersenyum, merawat diri & wajah (juga penting). Senantiasa berbuat baik pokoknya. Pancarkan inner beauty mu. 'Kamu cantik cantik dari hatimu.....' 🎶🎶🎶
.
Percuma kan wajah cantik tapi sifat sebaliknya. Meskipun wajah pas2an tapi kalo akhlaknya baik, ramah, suka tersenyum, kepribadian menarik, maka fisik pun terbawa cantik. :)
.
Lagipula di jaman sekarang seni tutorial makeup juga udah canggih banget. Orang yg wajahnya biasa aja bisa disulap jadi cantik seketika asalkan ada dana utk beli makeup bagus & perawatan di salon.
.
Tapi laki-laki yg paham agama tidak akan menilai perempuan hanya dari fisik saja.
Fisik yg cantik mah nilai plus. Yg paling penting cantik agama & akhlaknya.
.
Ngga usah kesel kalo laki2 sering menilai seseorang dari fisiknya. Karena seringnya perempuan juga menilai seorang laki2 dari dompetnya. Tebel atau tipis, ya ga? 😁
.
Bagi laki2 hal itu juga kurang mengenakkan. Seneng kalo dia lahir dari ortu kaya raya. Tapi nyesek kalo kebetulan finansialnya kurang.
.
Laki2 menilai fisik ya biarin aja, manusiawi itu mah.
.
Orang yg paham agama akan menjadikan standar fisik/ harta setelah agama. Agama ngga boleh ditawar. Itu nomer satu. Selebihnya nilai tambah jika ada. Syukur alhamdulillah kalo sempurna. Hehe.

RENUNGAN R0MADHON SEMUA JADI TERBALIK😥

بسم الله الرحمن الرحيم 🥺🙏

1. Dulu ketika masuk bulan Ramadhan, syaitan laknattulah yang dikurung.,
Sekarang sperti nya di bulan Ramadhan, kita yang akan dikurung di rumah...! 
(Dunia sudah tua)

2. Dulu kalau rajin ke Masjid namanya orang SALEH, sekarang orang ke Masjid dikira orang SALAH..!
(Dunia sedang kacau balau/kritis)

3. Dulu IMAN yang harus di usahakan kuat, sekarang IMUN yang justru diperhatikan..!
(Dunia sedang waspada)

4. Dulu orang ditegur kalau tidak pergi Jumatan. Sekarang  justru yg ditegur adalah  orang yang pergi Jumatan..!
(Dunia sdh Terbalik)

5. Dulu kalau ada orang bersin dibacakan  Alhamdulillah.,
Sekarang klo ada orang bersin.. Innaalillaahi...diwaspadai kena corona..!
(Dunia sedang terguncang).

6. Dulu bersatu kita teguh... Sekarang bersatu kita runtuh..!
(Dunia sudah beda pepatah )

7. Dulu ada tamu, bawa rahmat. Sekarang ada tamu dianggap bawa sial..!
(Dunia Sudah Payah)

8. Dulu kalau ketemu jabat tangan. 
Sekarang ketemu angkat tangan  (cepat pergi)..!
(Dunia sedang Sakit)

9. Dulu Anak disuruh cuci kaki sebelum tidur, Sekarang disuruh cuci tangan sebelum tidur.   (Dunia sedang panik)

10. Dulu parfum yang kita bawa di tas, sekarang hand sanitizer spray yang dibawa.!
 (Dunia sedang dilanda ketakutan)

11. Dulu senyum sedekah, sekaramg masker yang disedekahkan..!
(Dunia dilanda kesulitan)

12. Dulu kata negatif tidak bagus, 
sekarang kata positif tidak bagus..!
(Dunia sedang bergetar)

13. Dulu pulang kampung   membawa kebahagiaan. Sekarang pulang kampung  disangka membawa penderitaan.!
 (Dunia Sudah Aneh).

Semoga kita selalu mendapat lindungan-Nya 

Semoga Alloh SWT segera mengangkat Virus Covid-19 segera menurunkan TAUFIK DAN HIDAYAH kepada KITA SEMUA.

MARHABAN YAA ROMADHON 1441 H

*ROMADHON, SEMOGA KITA SEMUA DIBERI WAKTU OLEH ALLAH SWT UNTUK BISA MELAKSANAKAN IBADAH PUASA SEPERTI BIASANYA,🙏

Thursday, April 23, 2020

Hikmah di Balik Musibah ini

Dengan sikap sabar dan ridha, musibah yang datang akan mendatangkan banyak hikmah dan kebaikan. Di antaranya: Pertama, musibah bisa menghapus dosa. Inilah yang disabdakan oleh Rasul saw.: مَا يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ شَوْكَةٌ فَمَا فَوْقَهَا إِلاَّ رَفَعَهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً أَوْ حَطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةً

Tidaklah seorang Mukmin tertusuk duri atau lebih dari itu, kecuali dengan itu Allah meninggikan dia satu derajat atau Allah menghapuskan dari dirinya satu dosa (HR Muslim, at-Tirmidzi dan Ahmad). Kedua, melalui bencana, Allah SWT ingin menunjukkan kekuasaan-Nya kepada manusia. Allah SWT juga mengingatkan bahwa manusia itu lemah, akalnya terbatas dan membutuhkan bantuan-Nya. 
Maka dari itu tidak sepantasnya manusia sombong di hadapan kekuasaan Allah SWT. Tak sepantasnya manusia menyangka telah sanggup menguasai dan mengatur dunia seraya meninggalkan petunjuk Allah Yang Mahabijaksana, dengan meninggalkan syariah-Nya.

Mengembalikan Kesadaran Spiritual

Allah SWT mendatangkan musibah untuk mengingatkan dan mengembalikan kesadaran spiritualitas manusia akan azab Allah SWT. Allah SWT berfirman:

أَأَمِنتُم مَّن فِي السَّمَاءِ أَن يَخْسِفَ بِكُمُ الْأَرْضَ فَإِذَا هِيَ تَمُورُ . أَمْ أَمِنتُم مَّن فِي السَّمَاءِ أَن يُرْسِلَ عَلَيْكُمْ حَاصِبًا فَسَتَعْلَمُونَ كَيْفَ نَذِيرِ

Apakah kalian merasa aman dari (azab) Allah Yang (berkuasa) di langit saat Dia menjungkirbalikkan bumi bersama kalian. Lalu dengan itu tiba-tiba bumi berguncang? Ataukah kalian merasa aman dari (azab) Allah Yang (berkuasa) di langit saat Dia mengirimkan angin disertai debu dan kerikil Lalu kelak kalian akan tahu bagaimana (akibat mperingatan-Ku? (TQS al-Mulk [67]: 16-17).

9 Hikmah dari peristiwa isra miraj

Mari kita simak penjelasan dibawa ini 👇
1.Kenapa Kita Islam

Dalam hidup ini, tidak ada ajaran apapun didunia ini yang luar biasa menyampaikan dengan jelas dan terang tentang Islam. Islam adalah ajaran yang dibangun dengan pondasi dua kalimah syahadat yang mengakui sepenuh hati bahwa tiada yang berhak untuk disembah kecuali hanya Allah semata dan untuk itu kita mengakui bahwa Muhammad adalah Rasul Allah yang dengan keteladanannya kita memiliki contoh nyata dalam seluruh aspek kehidupan untuk meraih keselamatan hidup didunia dan akhirat.

“Hai orang-orang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al Baqarah:205)

Islam adalah ibadah dan negara, perdamaian dan akhlak, politik dan ekonomi, kilatan pedang dan Al Qur’an. Tidak ada yang tidak diatur dalam Islam. Keseluruhan ajaran islam bersifat integral dan saling berkaitan satu dan lainnya. 

Islam juga merupakan ajaran yang hanya diakui oleh Allah SWT. Selainnya tidak diterima dan tidak pernah ada paksaan untuk mengikutinya.

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam...” (QS. Ali Imran : 19)

“Barang siapa mencari agama selain Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Ali Imran : 85)

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat...” (QS. Al Baqarah : 256)

2.Ada apa dengan Sholat

Di seluruh dunia, tidak ada ajaran yang luar biasa mengingatkan penganutnya untuk tetap konsisten dalam kebaikan seperti Islam. Eperti rangkaian aktivitas luar biasa sebelum kita melakukan Sholat. Yaitu: wudhuk, azan dan Iqomah. Dengan aktivitas wudhuk yang benar, maka seluruh anggota tubuh kita dibersihkan dari dosa-dosa kecil. Tubuh juga menjadi segar dan tetap fit. Selain itu badan, pakaian juga mesti bersih dari barang-barang yang haram maupun syubhat, dari najis dan kotoran. Karena kita akan berkomunikasi dengan sang Pemilik Alam semesta: Allah ‘Azza wa jalla.

Selain itu, kita diingatkan dengan azan sebelum sholat. Azan menguatkan kalimah syahadat sehingga disunnahkan kita mengulang apa yang disuarakan muazzin atau bilal saat azan, agar kita juga mendapatkan kebaikan yang sama dengan muazzin.
Untuk seorang muslim, dua kalimah syahadat kita ulang sebanyak:

Deskripsi Jumlah Diulang Total
Azan 2 5X 10
Sholat Wajib Subuh: 2, Zuhur: 2, Ashar: 2, Maghrib: 2, Isya: 2 1X 10
Iqomat 5 1X 5
Total 25

Semakin banyak kita melaksanakan sholat sunat lainnya, maka semakin banyak penguatan kalimah syahadat yang kita lakukan sehingga pondasi Islam kita akan semakin kokoh. Sebaliknya, semakin sedikit kita ucapkan, maka kalimah syahadat akan semakin melemah. Bahkan bisa jadi akan hilang. Na’udzubillahi min dzalik.

Selain itu, sebelum sholat maka dilakukan iqomat. Apa kandungan hikmah luar biasanya? Ingatlah bahwa saat kita dilahirkan, kita diazankan ditelinga kanan dan diiqomatkan ditelinga kiri. Kemudian, saat kita meninggal, kita akan disholatkan. Nah, rangkaian hidup kita sebenarnya hanyalah sepanjang waktu antara azan dan sholat. Yaitu iqomat. Sungguh sangat singkat!

Wajar kiranya sholat menjadi pembeda antara Muslim dan non-Muslim. Sholat juga merupakan kunci Syurga. Selain itu, sholat juga merupakan ibadah utama. 

“...Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan munkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-badah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Ankabut : 45)

3.Mengapa Riadhus Sholihin

Riadhus sholihin adalah riwayat hidup orang-orang yang sholih yang telah mendahului kita dan telah membuktikan bagaimana kontribusi mereka pada Islam, dakwah dan kebaikan pada Ummat manusia didunia ini.

Riadhus sholihin utama, tentunya adalah riwayat kehidupan Rasulullah Muhammad SAW yang kita kenal dengan As Sunnah. Yang merupakan panduan mengarungi kehidupan agar dapat mencapai prestasi-prestasi kehidupan untuk dapat hidup kekal nan abadi di akhirat kelak.

Peran apapun yang ingin kita lakukan, contohlah Rasulullah SAW karena ia merupakan manusia teladan sepanjang zaman. Karena peran luar biasanya dalam mengajak manusia ke jalan Allah, menyeru manusia pada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran.

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al Ahzab:21)

Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik.” (QS. Yusuf : 108)

Sadar atau tidak, kita merupakan umat terbaik bagi manusia ini. Dengan syarat, kita mau menjadi da’i dengan meniti jalan dakwah yang menyeru manusia kepada kebaikan dan mencegah mereka dari kemungkaran serta benar-benar beriman kepada Allah, walau apapun profesi, keahlian dan pendidikan kita.

Dakwah harus bersih dan suci. Kebersihannya benar-benar mulia, hingga melampaui ambisi pribadi, menganggap kecil keuntungan materi, meninggalkan hawa nafsu dan kesenangan sementara. Ia melaju di jalan Allah swt untuk para da’i. 
Tidak meminta sesuatu pun dari manusia, tidak mengharap harta, tidak menuntut balasan, tidak menginginkan popularitas, tidak menghendaki imbalan serta ucapan terima kasih. 

Sungguh, pahala amal kami hanyalah dari Allah SWT yang telah menciptakan

4.Kenapa harus Al Qur’an
Karena Al Qur'an merupakan sumber hukum terbaik yang ada di dunia. Selain itu, Allah juga sampaikan dengan jelas dalam Al Qur’an secara langsung. Dalam surat Al Baqarah: 2-20 sekaligus pembagian manusia:

1. Manusia Bertaqwa (4 ayat)
(2) Kitab (Al Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,
(3) (yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka,
(4) dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur'an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.
(5) Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.

2. Manusia Kafir (2 ayat)
(6) Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman.
(7) Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.
3. Manusia Munafiq (13 Ayat)
(8) Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian", padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.
(9) Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.
(10) Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.
(11) Dan apabila dikatakan kepada mereka: Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan."
(12) Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.
(13) Apabila dikatakan kepada mereka: "Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman", mereka menjawab: "Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?" Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh, tetapi mereka tidak tahu.
(14) Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: "Kami telah beriman." Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan: "Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok".
(15) Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka.
(16) Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.
(17) Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat.
(18) Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar).
(19) atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya, karena (mendengar suara) petir, sebab takut akan mati. Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir.
(20) Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jika Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.

5. Ada apa dengan Masjid
Kita mungkin sudah ratusan kali masuk keluar masjid. Namun, banyak yang menjadikan kunjungan ke masjid hanya rutinitas belaka. Tanpa makna dan arti apa-apa. Hanya sekedar menjalankan kewajiban. Ketahuilah, bahwa Masjid memiliki nilai luar biasa, diantaranya:
1.Rumah Allah, sehingga siapa yang masuk kedalamnya akan dijamu oleh-Nya.
2.Pusat kebaikan, sehingga orang-orang yang memasukinya akan merasa tentram dan tenang.
3.Pusat peradaban, buktinya bisa kita lihat hingga sekarang.
4.Pusat pertemuan, dalam waktu-waktu sholat, pernikahan, bahkan juga ibadah haji.
5.Pusat ukhuwah dan persatuan

6. Pentingnya Ihsan
Saat ini, kita sangat susah mendapatkan orang-orang yang bisa dipercaya. Apalagi kalau berkaitan dengan uang dan organisasi (kecil, menengah, maupun besar). Apalagi yang berada dilevel pimpinan. Tentu, minimal sekali menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri.

Salah satu solusi untuk permasalahan kepemimpinan yang demikian komplek saat sekarang ini adalah mencari orang-orang yang ihsan. 
Apa itu ihsan? Malaikat Jibril menrangkan kepada Rasulullah SAW bahwa ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau dilihat oleh-Nya, walaupun engkau tidak bisa melihat-Nya.

Sederhananya, ihsan adalah seorang manusia yang merasa diawasi oleh Allah SWT dalam setiap niat dan aktivitas apapun yang dikerjakannya. Sehingga, tidak akan pernah ia berlaku curang, sombong, apalagi berlaku dzalim. 

7. Tumbuhkan sifat Rahmah
Seorang da’i atau pun seorang Muslim perlu menumbuhkan sifat Rahmah atau kasih sayang karena sesama Muslim pada hakikatnya adalah bersaudara. Karena satu keturunan dari Nabi Adam dan Siti Hawa.

Kasih sayang yang luar biasa seperti ungkapan berikut ini: 
Kami lebih cintai Umat dari pada diri kami sendiri. Sungguh, jiwa-jiwa kami senang gugur sebagai penebus kehormatan mereka, jika memang tebusan itu yang diperlukan. Atau melayang untuk membayar kejayaan, kemulian agama, dan cita-cita mereka, jika memang mencukupi.

Sungguh, kami benar-benar sedih melihat apa yang menimpa umat ini, sementara kita hanya sanggup menyerah pada kehinaan, ridha pada kerendahan, dan pasrah pada keputusasaan.

Sungguh, kami berbuat dijalan Allah untuk kemaslahatan seluruh manusia, lebih banyak dari apa yang kami lakukan untuk kepentingan diri kami. 
Kami milik kalian saudara-saudara tercinta, bukan orang lain. Sesaat pun kami tak akan pernah menjadi musuh.

Sikap ini karena kasih sayang yang telah mencengkeram hati kami, menguasai perasaan kami, menghilangkan kantuk kami, dan mengalir air mata kami.

8. Segeralah Beramal
Melakukan amal-amal kebaikan harus segera dilakukan, karena kita tidak tahu kapan kita akan kembali pada Allah SWT. Alangkah ruginya kita, bila saat dipanggil Allah SWT kita tidak memiliki amalan kebaikan yang bayak. Sehingga sengsara dan azab yang akan kita dapatkan. 
Bila kita pernah melakukan dosa dan kesalahan, maka bersegera pula untuk bertobat.

9. Raih Jannah tertinggi
Karena kita semua tentu ingin menjadi dan mendapatkan yang terbaik. Bukankah sah-sah saja kita berkeinginan untuk meraih Syurga tertinggi sehingga bertemu para Nabi dan Rasul serta orang-orang terbaik yang pernah hidup dahulu kala maupun dimasa yang akan datang?
Semoga kita semua termasuk orang-orang yang dipilih Allah SWT untuk menjadi penghuni Syurga tertinggi. Yaitu Syurga Firdaus. Amin.

Wednesday, April 22, 2020

Jangan senang dengan pujian

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kaum muslimin yang semoga selalu dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala,

Kita dapat mengambil suatu pelajaran dari sahabat yang mulia Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu, di mana beliau ini adalah orang terbaik sepeninggal Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.

Ketika beliau mendapatkan suatu pujian, yaitu pujiannya itu adalah dihadapan dirinya, orang-orang memuji dirinya, menyanjung dirinya, maka apa yang beliau katakan ketika itu. Abu Bakar Ash-Shiddiq kemudian mengatakan

اللَّهُمَّ أَنْتَ أَعْلَمُ مِنِّى بِنَفْسِى وَأَنَا أَعْلَمُ بِنَفْسِى مِنْهُمْ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى خَيْرًا مِمَّا يَظُنُّوْنَ وَاغْفِرْ لِى مَا لاَ يَعْلَمُوْنَ وَلاَ تُؤَاخِذْنِى بِمَا يَقُوْلُوْنَ

"Ya Allah, Engkau lebih mengetahui keadaan diriku dari diriku sendiri. Dan aku lebih mengetahui keadaan diriku sendiri dari pada mereka yang memuji. Ya Allah, jadikanlah aku lebih baik daripada apa yang mereka sangkakan. Ya Allah, ampuni aku atas perkataan-perkataan mereka, sanjungan-sanjungan mereka. Ya Allah, janganlah siksa aku dengan pujian yang mereka tujukan padaku."

Maka, demikianlah ketika para salaf itu dipuji, mereka mengamalkan semisal ini. Ada diceritakan bahwasanya ada seorang salaf (umat terdahulu yang shalih), ketika dipuji malah dia itu marah, ketika dia itu dipuji dihadapan dirinya maka dia itu marah, kemudian dia mengingkari pujian tersebut.

Misalnya dia dikatakan kamu adalah orang yang shalih, dia mengingkari pujian tersebut, dia itu marah, lalu dia berdoa seperti tadi

اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى خَيْرًا مِمَّا يَظُنُّوْنَ وَاغْفِرْ لِى مَا لاَ يَعْلَمُوْنَ وَلاَ تُؤَاخِذْنِى بِمَا يَقُوْلُوْنَ
seperti apa yang diucapkan oleh Abu Bakar Ash-Shiddiq tadi.

 Jangan Senang Dengan Pujian

Nah, ini menunjukkan bahwasanya menjadi pelajaran bagi kita, bahwasanya kita jangan suka apabila dipuji oleh orang lain. Orang-orang mulia saja seperti Abu Bakar Ash-Shaddiq, begitu juga yang disebutkan dari berbagai cerita dari para ulama Salaf, mereka ketika dipuji, ya mereka itu tidak merasa senang dengan pujian tersebut, karena yang namanya pujian itu bisa meruntuhkan atau bisa menghapuskan amalan seseorang, karena amalan seseorang itu, kata Ibnu Taimiyyah bisa terhapus dengan dua sebab, yaitu karena riya' dan karena ujub.

Karena riya', dia itu tidak merealisasikan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam surat Al-Fatihah,

 إِيَّاك نَعْبُدُ
"yaitu hanya kepada-Mu (Allah) kami menyembah."

hanya kepada-Mu (Allah) kami beribadah,  sedangkan orang yang ujub tidak merealisasikan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala

إِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

"Yaitu kepada-Mu (Allah) kami memohon pertolongan."

Karena yang pertama ini, dia beribadah kepada selain Allah Subhanahu wa Ta'ala, sedangkan yang kedua dia merasa bahwa dirinyalah yang berbuat, bukan atas pertolongan Allah Subhanahu wa Ta'ala, sehingga karena sebab ini, Ibnu Taimiyyah katakan, inilah yang bisa menghapuskan amalan seseorang.

Riya' itu bisa menghapuskan amalan seseorang, sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta'ala katakan :

أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ

"Aku tidak peduli terhadap kesyirikan"

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً أَشْرَكَ فِيهِ مَعِى غَيْرِى تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ
"Barangsiapa yang melakukan suatu amalan di mana dia mempersekutukan-Ku dengan selain-Ku maka Aku (Allah) akan meninggalkan dirinya dan juga amalannya."

Jadi, amalannya itu akan ditinggalkan, begitu juga diri pelaku tadi yang berbuat syirik yaitu riya'. Ini termasuk syirik, itu juga akan ditinggalkan.

Sedangkan ujub tadi, ujub ini adalah merasa bangga terhadap diri sendiri. Merasa bangga terhadap amalan yang dia perbuat, dia merasa itu adalah hasil usaha, bukan dari taufiq (hidayah) Allah Subhanahu wa Ta'ala, dia menyangka itulah yang dia lakukan. Ini karena ilmu yang saya perloleh, ini karena amalan yang saya lakukan sendiri, bukan dari taufiq dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sehingga ini juga bisa meruntuhkan amalan dia.

Maka Ibnu Tamiyyah pernah menceritakan suatu perkataan dari Sa'ad bin Zubair, di mana dia mengatakan bahwasanya ada seseorang yang beramal kebaikan malah dia itu masuk neraka. Ada seseorang yang beramal kejelekan, malah dia itu masuk Surga.

Ada seseorang yang beramal kebaikan, dia itu merasa ujub (bangga) dengan amal kebaikannya tadi, malah setelah itu amalan kebaikannya itu jadi gugur, jadi terhapus gara-gara sebab ujub yang ada pada dirinya. Dia merasa bangga dengan amalannya tersebut.

Sedangkan yang kedua, yang dia itu seharusnya masuk neraka, dia itu adalah gemar maksiat tapi dia itu masuk surga. Nah ketika itu, apa yang terjadi? Dia tutup amalan akhirnya (dari hidupnya) dengan bertobat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala sehingga Allah Subhanahu wa Ta'ala memasukkan dia kedalam Surga, karena Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam itu mengatakan

الْأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِمِ

"Sesungguhnya amalan itu dilihat dari akhirnya."

Maka, kita dapat mengambil pelajaran dari sini bahwasanya kita jangan suka dengan pujian, kita harus interospeksi diri, barangkali kita tidak sesuai dengan apa yang dipuji tadi. Kita banyak beristighfar kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala
semoga kita itu bisa lebih baik daripada pujian tadi dan semoga kita juga dapat terlepas dari sifat ujub dan juga sifat riya' yang dapat menghapuskan amalan kita.

#ceramahmalaminggu
#bertema
#jangansenangdgnpujian

Tuesday, April 21, 2020

Utamakan dahulu adab sebelum ilmu

Adab juga berarti pengajaran dan pendidikan yang baik sebagaimana sabda Rasulullah SAW, "(Sesungguhnya Allah telah mendidikku dengan adab yang baik dan jadilah pendidikan adabku istimewa)." Islam tak hanya menekan pentingnya ilmu. Akhlak mulia juga sangat penting, bahkan lebih penting lagi.

Sabda Rasulullah menegaskan hal itu, 'sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia." Imam Malik bin Anas adalah salah satu ulama besar. Beliau adalah guru dari Imam Syafi`i dan sahabat berdiskusi Imam Abu Hanifa. Semua kejeniusan Imam Malik tidak lepas dari peran ibunya. Ibunya ingin agar Imam Malik menjadi seorang ulama, maka ia mengirimnya untuk belajar di rumah seorang ulama besar bernama Rabi`ah biin Abdurrahman.

Sebelum berangkat ibunya berpesan "pelajarilah adab Syaikh Rabi`ah sebelum belajar ilmu darinya." Adab memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam menuntut ilmu , terlihat dari kisah Abdurrahman bin Al-Qasim, salah satu murid Imam Malik. Ia bercerita bahwa "aku mengabdi kepada Imam Malik selama 20 tahun, 2 tahun diantaranya untuk mempelajari ilmu dan 18 tahun untuk mempelajari adab. seandainya saja aku bisa jadikan seluh waktu tersebut untuk mempelajari adab (tentu aku lakukan)."

Begitu pentingnya adab dalam diri seseorang sehingga ulama berkata "belajar satu bab adab lebih baik daripada engkau belajar 70 bab ilmu." Terdapat kisah, suatu hari Ubay bin Ka'ab sedang menggunggu kendaraan, maka Ibnu Abbas (saudara sepupu nabi) segera mengambil hewan kendaraannya agar Ubay bin Ka'ab menaikannya kemudian Ibnu Abbas berjalan bersamanya.

Maka berkatalah Ubay bin Ka'ab kepadanya, "Apa ini, Wahai Ibnu Abbas?", Ibnu Abbas menjawab, "Beginilah kami diperintahkan untuk meghormati ulama kami." Ubay menaiki kendaraan sedangkan Ibnu Abbas berjalan dibelakang hewan kendaraannya. Ketika turun, Ubay bin Ka'ab mencium tangan Ibnu Abbas. Lalu Ibnu Abbas bertanya, "apa ini?"

Ubay bin Ka'ab menjawab, "Begitulah kami diperintahkan untuk menghormati keluarga Nabi kami." Adab merupakan pondasi agama. Orang yang beradab akan dicintai  masyarakat, orang yang tidak beradab hidupnya tidak diberkahi Allah dan ilmunya juga tidak bermanfaat. Sekarang kita berada pada  suatu zaman degradasi moral, mereka hanya mengutamakan memperbanyak ilmu, hafalan dan membaca saja namun meremehkan adab atau sopan santun.

Ibnu Mubarak mengatakan, "Barangsiapa meremehkan adab, niscaya dihukum dengan tidak memiliki hal-hal sunnah. Barang siapa meremehkan sunnah-sunnah, niscaya dihukum dengan tidak memiliki (tidak mengerjakan) hal-hal yang wajib. Dan barang siapa meremehkan hal-hal yang wajib, niscaya dihukum dengan tidak memiliki makrifah." Wallahu a`lam.

Jangan bersedih

Untukmu yang sedang patah hati, cobalah tersenyum lagi...

Cobalah tersenyum lagi karena yang sakit itu dadamu, bukan bibirmu. Teruslah melangkah kembali karena yang patah itu hatimu, bukan kakimu.

Jika dia merobek hatimu, tolong kamu jangan ikut merusak hidupmu. Jangan dzalimi diri sendiri dengan lamunan panjang, tangisan di tengah sunyi, marah-marah gak jelas, muka masam serta keluh kesah yang tak berkeseduhan.

Patah hati itu untuk disembuhkan, bukan digalaukan. Rasa sakit itu untuk dipulihkan, bukan dipikirkan. Waktumu di dunia ini singkat, jangan kau persingkat lagi dengan drama-drama yang tidak mendewasakan.

Beranjaklah, buktikan bahwa kamu tidak akan lagi tunduk pada perasaan. Bahwa kamu tidak akan lagi menjadi budak cinta. Kamu harus merdeka dari penjajahan masa lalu.

Untukmu yang sedang patah hati, gapapa menangis...

Gapapa jika dengan menangis bisa membuat dadamu lumayan lega. Tapi jangan lama-lama ya. Jangan sampai air matamu habis hanya untuk sedih-sedihan seperti itu. Sisakanlah sebagian air matamu untuk hari nanti.

Untuk kapan?

Pada hari di saat kamu dilamar oleh seseorang yang cinta dan ketulusannya, tak pernah kau temui di sebelum-sebelumnya. Seseorang yang bukan hanya mencintai, tapi siap menikahi agar bisa menyayangimu sepenuh hati.

Pada hari itu, menangislah disertai senyuman haru atas kebaikan Tuhan yang telah memisahkanmu dengan yang salah untuk kemudian disatukan dengan yang tepat. Berbahagialah dengan penuh syukur. Bersyukurlah dengan penuh bahagia.

Untukmu yang sedang patah hati, silakan jika ingin bercerita...

Silakan bercerita jika itu bisa sedikit meredakan sesakmu di dalam dada. Tapi jika boleh memberi saran, jangan dulu bercerita pada orang lain bahkan ibumu atau sahabat terbaikmu sekali pun...

Mengadulah kepada Rabbmu terlebih dahulu ya. Sebab orang-orang hanya bisa mengusap basah di pipimu. Tetapi tidak, mereka tidak bisa menyembuhkan sakit di hatimu.

Maka setelah shalat, jangan dulu melucuti mukenamu. Angkatlah kedua tanganmu sejenak, pejamkan matamu beberapa saat, lalu mohon ampunlah kepada Allah karena barangkali, luka itu tidak lain disebabkan oleh kamu sendiri yang sudah lancang berharap secara berlebihan kepada selain-Nya.

Kemudian mohonlah pertolongan agar rasa yang ingin kauhilangkan segera Allah cabut. Agar sakit yang ingin kauobati secepatnya Allah sembuhkan.

Untukmu yang patah hati, sebenarnya tidak ada nasihat apa pun di sini, hanya barangkali ada sebuah pertanyaan yang mesti kau jawab sekarang juga...

Atas kehilangan yang begitu menyesakkan, atas perpisahan yang teramat menikam dada, pun atas patah hati yang sakitnya tak terkatakan, sudahkah kamu meyakini bahwa inilah cara Allah untuk mendidikmu menjadi lebih kuat dari sebelumnya lemah, lebih dewasa dari asalnya kekanakan, juga lebih berhati-hati dari biasanya mudah sekali jatuh hati?

Ya..Dari kisahmu yang ternyata berakhir buruk, sudahkah kamu meyakini bahwa inilah cerita yang terbaik?..

Terimakasih

Saturday, April 11, 2020

KEMULIAAN DAN KEUTAMAAN UMMUL MUKMININ AISYAH RADHIYALLAHU 'ANHA

💎🌸KEMULIAAN DAN KEUTAMAAN UMMUL MUKMININ AISYAH RADHIYALLAHU 'ANHA

Bismillaah

🌻Beliau adalah Ummul Mukminin Ummu Abdillah Aisyah binti Abu Bakr, Shiddiqah binti Shiddiqul Akbar, istri tercinta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau lahir empat tahun setelah diangkatnya Muhammad menjadi seorang Nabi. Ibu beliau bernama Ummu Ruman binti Amir bin Uwaimir bin Abdi Syams bin Kinanah yang meninggal dunia pada waktu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam masih hidup yaitu tepatnya pada tahun ke-6 H.

🔹Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahi Aisyah dua tahun sebelum hijrah melalui sebuah ikatan suci yang mengukuhkan gelar Aisyah menjadi ummul mukminin, tatkala itu Aisyah masih berumur enam tahun. Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallammembangun rumah tangga dengannya setelah berhijrah, tepatnya pada bulan Syawwal tahun ke-2 Hijriah dan ia sudah berumur sembilan tahun.

Aisyah menceritakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahiku pasca meninggalnya Khadijah sedang aku masih berumur enam tahun, dan aku dipertemukan dengan Beliau tatkala aku berumur sembilan tahun. Para wanita datang kepadaku padahal aku sedang asyik bermain ayunan dan rambutku terurai panjang, lalu mereka menghiasiku dan mempertemukan aku dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Lihat Abu Dawud: 9435).

 Kemudian biduk rumah tangga itu berlangsung dalam suka dan duka selama 8 tahun 5 bulan, hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggal dunia pada tahun 11 H. Sedang Aisyah baru berumur 18 tahun.

🔹Aisyah adalah seorang wanita berparas cantik berkulit putih, sebab itulah ia sering dipanggil dengan “Humaira”. Selain cantik, ia juga dikenal sebagai seorang wanita cerdas yang Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mempersiapkannya untuk menjaid pendamping Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam mengemban amanah risalah yang akan menjadi penyejuk mata dan pelipur lara bagi diri beliau.

Suatu hari Jibril memperlihatkan (kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) gambar Aisyah pada secarik kain sutra berwarna hijau sembari mengatakan, “Ia adalah calon istrimu kelak, di dunia dan di akhirat.” (HR. At-Tirmidzi (3880), lihat Shahih Sunan at-Tirmidzi (3041))

🔹Selain menjadi seorang pendamping setiap yang selalu siap memberi dorongan dan motivasi kepada suami tercinta di tengah beratnya medan dakwah dan permusuhan dari kaumnya, Aisyah juga tampil menjadi seorang penuntut ilmu yang senantiasa belajar dalam madrasah nubuwwah di mana beliau menimba ilmu langsung dari sumbernya.

 Beliau tercatat termasuk orang yang banyak meriwayatkan hadits dan memiliki keunggulan dalam berbagai cabang ilmu di antaranya ilmu fikih, kesehatan, dan syair Arab. Setidaknya sebanyak 1.210 hadits yang beliau riwayatkan telah disepakati oleh Imam Bukhari dan Muslim dan 174 hadits yang hanya diriwayatkan oleh Imam Bukhari serta 54 hadits yang hanya diriwayatkan oleh Imam Muslim. Sehingga pembesar para sahabat kibar tatkala mereka mendapatkan permasalahan mereka datang dan merujuk kepada Ibunda Aisyah.

💎 KEDUDUKAN AISYAH DI SISI RASULULLAH

🔹Suatu hari orang-orang Habasyah masuk masjid dan menunjukkan atraksi permainan di dalam masjid, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggil Aisyah, “Wahai Humaira, apakah engkau mau melihat mereka?” Aisyah menjawab, “Iya.” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri di depan pintu, lalu aku datang dan aku letakkan daguku pada pundak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan aku tempelkan wajahku pada pipi beliau.” Lalu ia mengatakan, “Di antara perkataan mereka tatkala itu adalah, ‘Abul Qasim adalah seorang yang baik’.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Apakah sudah cukup wahai Aisyah?” Ia menjawab: “Jangan terburu-buru wahai Rasulullah.” Maka beliau pun tetap berdiri. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallammengulangi lagi pertanyaannya, “Apakah sudah cukup wahai Aisyah?” Namun, Aisyah tetap menjawab, “Jangan terburu-buru wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Aisyah mengatakan, “Sebenarnya bukan karena aku senang melihat permainan mereka, tetapi aku hanya ingin memperlihatkan kepada para wanita bagaimana kedudukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadapku dan kedudukanku terhadapnya.” (HR. An-Nasa’i (5/307), lihat Ash Shahihah (3277))

🌻CANDA NABI KEPADA AISYAH💐

Aisyah bercerita, “Suatu waktu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam datang untuk menemuiku sedang aku tengah bermain-main dengan gadis-gadis kecil.” Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepadaku, “Apa ini wahai Aisyah.” Lalu aku katakan, “Itu adalah kuda Nabi Sulaiman yang memiliki sayap.” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun tertawa.(HR. Ibnu Sa’ad dalam Thabaqat (8/68), lihat Shahih Ibnu Hibban (13/174))

🔹Suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berlomba lari dengan Aisyah dan Aisyah menang. Aisyah bercerita, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berlari dan mendahuluiku (namun aku mengejarnya) hingga aku mendahuluinya. Tetapi, tatkala badanku gemuk, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajak lomba lari lagi namun beliau mendahului, kemudian beliau mengatakan, “Wahai Aisyah, ini adalah balasan atas kekalahanku yang dahulu’.”(HR. Thabrani dalam Mu’jamul Kabir 23/47), lihat Al-Misykah (2.238))

💎KEUTAMAAN-KEUTAMAAN AISYAH🌸

🔹Banyak sekali keutamaan yang dimiliki oleh Ibunda Aisyah, sampai-sampai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengatakan dalam sabdanya:

“Orang yang mulia dari kalangan laki-laki banyak, namun yang mulia dari kalangan wanita hanyalah Maryam binti Imron dan Asiyah istri Fir’aun, dan keutamaan Aisyah atas semua wanita sepeerti keutamaan tsarid atas segala makanan.” (HR. Bukhari (5/2067) dan Muslim (2431))

🌺 BEBERAPA KEMULIAAN ITU DI ANTARANYA:

💐PERTAMA :Beliau adalah satu-satunya istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dinikahi tatkala gadis, berbeda dengan istri-istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lain karena mereka dinikahi tatkala janda.

🔹Aisyah sendiri pernah mengatakan, “Aku telah diberi sembilan perkara yang tidak diberikan kepada seorang pun setelah Maryam. Jibril telah menunjukkan gambarku tatkala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam diperintah untuk menikahiku, beliau menikahiku tatkala aku masih gadis dan tidaklah beliau menikahi seorang gadis kecuali diriku, beliau meninggal dunia sedang kepalanya berada dalam dekapanku serta beliau dikuburkan di rumahku, para malaikat menaungi rumahku, Al-Quran turun sedang aku dan beliau berada dalam satu selimut, aku adalah putri kekasih dan sahabat terdekatnhya, pembelaan kesucianku turun dari atas langit, aku dilhairkan dari dua orang tua yang baik, aku dijanjikan dengna ampunan dan rezeki yang mulia.”(Lihat al-Hujjah Fi Bayan Mahajjah (2/398))

💐KEDUA : Beliau adalah orang yang paling dicintai oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari kalangan wanita.

🔹Suatu ketika Amr bin al-Ash bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling engkau cintai?” Beliau menjawab, “Aisyah.” “Dari kalangan laki-laki?” tanya Amr. Beliau menjawab, “Bapaknya.”(HR. Bukhari (3662) dan Muslim (2384))

🔹Maka pantaskah kita membenci apalagi mencela orang yang paling dicintai oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?!! Mencela Aisyah berarti mencela, menyakiti hati, dan mencoreng kehormatan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Na’udzubillah.

💐KETIGA : Aisyah adalah wanita yang paling alim daripada wanita lainnya.

Berkata az-Zuhri, “Apabila ilmu Aisyah dikumpulkan dengna ilmu seluruh para wanita lain, maka ilmu Aisyah lebih utama.” (Lihat Al-Mustadrak Imam Hakim (4/11))

Berkata Atha’, “Aisyah adalah wanita yang paling faqih dan pendapat-pendapatnya adalah pendapat yang paling membawa kemaslahatan untuk umum.” (Lihat al-Mustadrok Imam Hakim (4/11))

Berkata Ibnu Abdil Barr, “Aisyah adalah satu-satunya wanita di zamannya yang memiliki kelebihan dalam tiga bidang ilmu: ilmu fiqih, ilmu kesehetan, dan ilmu syair.”

💐KEEMPAT : Para pembesar sahabat apabila menjumpai ketidakpahaman dalam masalah agama, maka mereka datang kepada Aisyah dan menanyakannya hingga Aisyah menyebutkan jawabannya.

Berkata Abu Musa al-Asy’ari, “Tidaklah kami kebingungan tentang suatu hadits lalu kami bertanya kepada Aisyah, kecuali kami mendapatkan jawaban dari sisinya.”
(Lihat Shahih Sunan at-Tirmidzi (3044))

💐KELIMA : Tatkala istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diberi pilihan untuk tetap bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengna kehidupan apa adanya, atau diceraikan dan akan mendapatkan dunia, maka Aisyah adalah orang pertama yang menyatakan tetap bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bagaimanapun kondisi beliau sehingga istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lain mengikuti pilihan-pilihannya.

💐KEENAM : Syari’at tayammum disyari’atkan karena sebab beliau, yaitu tatkala manusia mencarikan kalungnya yang hilang di suatu tempat hingga datang waktu Shalat namun mereka tidak menjumpai air hingga disyari’atkanlah tayammum.

Berkata Usaid bin Khudair, “Itu adalah awal keberkahan bagi kalian wahai keluarga Abu Bakr.” (HR. Bukhari (334))

💐KETUJUH : Aisyah adalah wanita yang dibela kesuciannya dari langit ketujuh.

🔹Prahara tuduhan zina yang dilontarkan orang-orang munafik untuk menjatuhkan martabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lewat istri beliau telah tumbang dengan turunnya 16 ayat secara berurutan yang akan senantiasa dibaca hingga hari kiamat. Allah Subhanahu wa Ta’ala mempersaksikan kesucian Aisyah dan menjanjikannya dengan ampunan dan rezeki yang baik.

🔹Namun, karena ketawadhu’annya (kerendahan hatinya), Aisyah mengatakan, “Sesungguhnya perkara yang menimpaku atas diriku itu lebih hina bila sampai Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tetnangku melalui wahyu yang akan senantiasa dibaca.” (HR. Bukhari (4141))

Oleh karenanya, apabila Masruq meriwayatkan hadits dari Aisyah, beliau selalu mengatakan, "Telah bercerita kepadaku Shiddiqoh binti Shiddiq, wanita yang suci dan disucikan.”

💐KEDELAPAN : Barang siapa yang menuduh beliau telah berzina maka dia kafir, karena Al-Quran telah turun dan menyucikan dirinya, berbeda dengan istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lain.

💐KESEMBILAN : Dengan sebab beliau Allah Subhanahu wa Ta’ala mensyari’atkan hukuman cambuk bagi orang yang menuduh wanita muhShanat (yang menjaga diri) berzina, tanpa bukti yang dibenarkan syari’at.

💐 KESEPULUH : Tatkala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sakit, Beliau memilih tinggal di rumah Aisyah dan akhirnya Beliau pun meninggal dunia dalam dekapan Aisyah.

Berkata Abu Wafa’ Ibnu Aqil, “Lihatlah bagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memilih untuk tinggal di rumah Aisyah tatkala sakit dan memilih bapaknya (Abu Bakr) untuk menggantikannya mengimami manusia, namun mengapa keutamaan agung semacam ini bisa terlupakan oleh hati orang-orang Rafidhah padahal hampir-hampir saja keutamaan ini tidak luput sampaipun oleh binatang, bagaimana dengan mereka…?!!”

🍃🌸Aisyah meninggal dunia di Madinah malam selasa tanggal 17 Ramadhan 57 H, pada masa pemerintahan Muawiyah, di usianya yang ke 65 tahun, setelah berwasiat untuk dishalati oleh Abu Hurairah dan dikuburkan di pekuburan Baqi pada malam itu juga.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala meridhai Aisyah dan menempatkan beliau pada kedudukan yang tinggi di sisi Rabb-Nya. Aamiin.

💎 MUTIARA TELADAN

💧 Beberapa teladan yang telah dicontohkan Aisyah kepada kita di antaranya:

▪1) Perlakuan baik seorang istri dapat membekas pada diri suami dan hal itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi seorang suami yang akan selalu ia kenang hingga ajal menjemputnya.

▪2) Hendaklah para wanita menjaga mahkota dan kesuciannya, karena kecantikan dan keelokan itu adalah amanah Allah Subhanahu wa Ta’ala yang harus senantiasa ia jaga dan tidaklah boleh dia peruntukkan kecuali kepada yang berhak atasnya.

▪3) Hendaklah para istri mereka belajar dan mencontoh keShalihan suaminya. Istri, pada hakikatnya adalah pemimpin yang di tangannya ada tanggung jawab besar tentang pendidikan anak dan akhlaknya, karena ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya.

Wallahu A’lam.
_______________

Dinukil dari :
Sumber: Majalah Al-Furqon, Edisi 06
Artikel www.KisahMuslim.com