1000 Hari Pertama Kehidupan untuk
Generasi yang
Lebih Baik
Untuk mencetak anak Indonesia yang sehat dan cerdas, langkah awal yang paling penting untuk dilakukan adalah pemenuhan gizi pada anak sejak dini, bahkan saat masih di dalam kandungan atau yang dikenal dengan 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK). 1000 HPK dimulai sejak dari fase kehamilan (270 hari) hingga anak berusia 2 tahun (730 hari).
Seribu hari pertama kehidupan telah disepakati oleh para ahli di seluruh dunia sebagai saat yang terpenting dalam hidup seseorang. Sejak saat perkembangan janin di dalam kandungan, hingga ulang tahun yang kedua menentukan kesehatan dan kecerdasan seseorang. Makanan selama kehamilan dapat mempengaruhi fungsi memori, konsentrasi, pengambilan keputusan, intelektual, mood, dan emosi seorang anak di kemudian hari.
Yang bisa Anda lakukan untuk memaksimalkan 1000 hari pertama kehidupan
Pada masa kehamilan
- Untuk mencegah gangguan pertumbuhan anak, penuhilah kebutuhan gizi Anda sejak hamil. Misalnya selama kehamilan trimester pertama, ibu hamil memerlukan tambahan kalori sekitar 180 kkal, tambahan protein 20 gram, lemak 6 gram, dan karbohidrat 25 gram. Pada trimester kedua dan ketiga dibutuhkan tambahan kalori sebesar 300 kkal, tambahan protein hingga 20 gram, lemak 10 gram, dan karbohidrat 40 gram.
- Mengonsumsi tablet tambah darah setidaknya 90 tablet selama masa kehamilan. Anemia pada ibu hamil lebih berbahaya daripada anemia biasa karena bisa menyebabkan bayi lahir prematur dan komplikasi lain saat melahirkan.
- Rutin memeriksakan diri ke dokter kandungan atau bidan agar bisa segera ditangani jika terdeteksi adanya masalah pada kehamilan.
Pada fase kehamilan, perkembangan janin terjadi di setiap trimester kehamilannya, diantaranya:
- Trimester 1 (minggu 1-12), Pembentukan organ-organ penting (mata, jantung, ginjal, hati, saluran pencernaan, paru-paru, tulang, tangan atau lengan, kaki, dan organ tubuh lainnya)
- Trimester 2 (minggu 13-27), Berat janin mulai bertambah, organ mulai berfungsi
- Trimester 3 (minggu 28-40), Berat janin mulai bertambah dengan pesat, organ mulai matang
Setelah lahir juga tetap harus diperhatikan kebutuhan gizinya karena sebagian organ masih terus berkembang hingga usia 2 tahun, misalnya otak. Perkembangan fungsi melihat, mendengar, berbahasa, dan fungsi kognitif juga mencapai puncaknya pada usia 0-2 tahun.
Tantangan gizi yang dialami selama fase kehamilan adalah status gizi seorang wanita sebelum hamil sangat menentukan awal perkembangan plasenta dan embrio. Berat badan ibu pada saat pembuahan, baik menjadi kurus atau kegemukan dapat mengakibatkan kehamilan beresiko dan berdampak pada kesehatan anak dikemudian hari. Kebutuhan gizi akan meningkat pada fase kehamilan, khususnya energi, protein, serta beberapa vitamin dan mineral sehingga ibu harus memperhatikan kualitas dan kuantitas makanan yang dikonsumsinya.
Janin memiliki sifat plastisitas (fleksibilitas) pada periode perkembangan. Janin akan menyesuaikan diri dengan apa yang terjadi pada ibunya, termasuk apa yang diasup oleh ibunya selama mengandung. Jika nutrisinya kurang, bayi akan mengurangi sel-sel perkembangan tubuhnya. Oleh karena itu, pemenuhan gizi pada anak di 1000 Hari Pertama Kehidupan menjadi sangat penting, sebab jika tidak dipenuhi asupan nutrisinya, maka dampaknya pada perkembangan anak akan bersifat permanen.
Bayi Usia 0-2 Tahun
Masalah pada periode 730 hari selama pasca kelahiran bayi disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan sikap gizi orangtuanya yang menyebabkan tidak berkualitasnya asupan gizi dan pola asuh yang akan berdampak pada status gizi anak. Hal tersebut dapat dicegah jika ibu memiliki status gizi, kondisi fisik dan kesehatan yang baik. Pengetahuan gizi ibu akan mempengaruhi keseimbangan konsumsi zat gizi yang pada akhirnya berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak.
Pemenuhan gizi yang optimal selama periode 1000 HPK, selain memberi kesempatan bagi anak untuk hidup lebih lama, lebih sehat, dan lebih produktif, juga berisiko lebih rendah dari menderita penyakit degeneratif. Analisis dari penelitian kohor di 5 negara memberikan bukti kuat bahwa gizi yang cukup di dalam kandungan dan di usia 2 tahun pertama kehidupan sangat kritis untuk pembangunan sumber daya manusia.
Pertumbuhan anak pada periode emas berlangsung secara cepat, yaitu selama tahun pertama dan kedua usia anak. Namun, dalam kasus-kasus kekurangan gizi, justru fakta menunjukkan bahwa penurunan status gizi terjadi pada periode ini. Oleh karena itu asupan makanan selama kehamilan sangatlah perlu untuk diperhatikan.
Dengan meningkatkan kualitas kesehatan ibu hamil dan anak sejak dalam kandungan akan didapatkan generasi penerus yang lebih produktif sehingga dapat memajukan kualitas generasi muda. Sembilan pesan inti 1000 HPK yaitu:
- Selama hamil, makan makanan beraneka ragam
- Memeriksa kehamilan 4 x selama kehamilan
- Minum tablet tambah darah
- Bayi yang baru lahir Inisiasi Menyusui Dini (IMD)
- Berikan ASI eksklusif selama 6 bulan
- Timbang BB bayi secara rutin setiap bulan
- Berikan imunisasi dasar wajib bagi bayi
- Lanjutkan pemberian ASI hingga berusia 2 tahun
- Berikan MP ASI secara bertahap pada usia 6 bulan dan tetap memberikan ASI.
Pemeriksaan Kehamilan
Pemeriksaan kehamilan dilakukan untuk memantau status gizi ibu hamil. Pemeriksaan yang dianjurkan minimal satu kali pada trimester pertama, satu kali pada trimester kedua, dan dua kali pada trimester ketiga umur kehamilan. Pemeriksaan kehamilan yang dilakukan minimal adalah pengukuran berat badan dan tinggi badan, pengukuran tekanan darah, skrining status imunisasi tetanus dan pemberian tetanus toksoid, pengukuran tinggi fundus uteri, pemberian tablet besi/tablet tambah darah (90 tablet selama kehamilan), temu wicara (komunikasi interpersonal dan konseling) serta tes laboratorium sederhana (hb, protein urin), dan atau berdasarkan indikasi (HbsAg, sifilis, HIV, malaria dan tubercolosis (TBC)).
Pemberian Tablet Tambah Darah
Pemberian tablet tambah darah berfungsi untuk mencegah terjadinya risiko anemia. Selain itu, untuk mendeteksi terjadinya anemia sejak dini pada ibu hamil maka dilakukan tes kadar hemoglobin. Pemberian imunisasi tetanus toksoid kepada ibu hamil dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit tetanus pada bayi yang akan dilahirkan. Pemeriksaan kehamilan harus dilakukan secara teratur sejak awal kehamilan. Hal ini disebabkan karena pelayanan kesehatan yang tepat dan penyuluhan selama kehamilan diperlukan untuk menjamin lancarnya proses kelahiran.
Zat besi merupakan mineral mikro vital yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Zat besi berperan dalam perkembangan syaraf selama janin dan sebelum masa kanak-kanak. Kebutuhan zat besi selama kehamilan meningkat menjadi 27 mg/hari khususnya pada kehamilan trimester kedua dan ketiga. Pemenuhan zat besi selama kehamilan dapat diperoleh dari cadangan besi, akan tetapi jika cadangan ini sedikit dan kandungan serta penyerapan zat besi dari diet sedikit maka diperlukan suplementasi zat besi. Dampak yang ditimbulkan akibat anemia saat kehamilan adalah perdarahan pasca melahirkan dan berat bayi lahir rendah. Anemia yang terjadi pada ibu hamil akan berpengaruh pada fungsi imunitas tubuh. Infeksi pada ibu hamil akan meningkatkan risiko terjadinya kelahiran bayi prematur.
Kebutuhan Gizi Selama Kehamilan
Kebutuhan gizi selama kehamilan mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan saat tidak hamil. Kebutuhan protein, asam folat, kalsium dan zat besi ibu hamil meningkat. Porsi makan untuk ibu hamil harus lebih banyak dengan kualitas makanan yang baik dibandingkan dengan saat sebelum hamil. Jika ibu hamil mengalami mual, muntah serta tidak nafsu makan sebaiknya mengonsumsi makanan yang tidak mengandung lemak dan menyegarkan.
Zat gizi yang dibutuhkan ibu hamil meliputi karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, dan protein. Karbohidrat dan lemak bertindak sebagai sumber tenaga, yang dapat diperoleh dari serealia, umbi-umbian. Vitamin B kompleks berguna untuk melindungi sistem saraf, otot serta jantung. Sumber vitamin B kompleks ada pada serealia, biji-bijian, kacang-kacangan, sayuran hijau, telur serta produk susu. Protein sebagai sumber zat pembangun terdapat pada daging, ikan, telur, dan kacang-kacangan. Kalsium diperlukan untuk pertumbuhan tulang serta gigi janin dan membuat perlindungan ibu hamil dari osteoporosis. Jika keperluan kalsium ibu hamil tidak tercukupi maka kekurangan kalsium dapat diambil dari tulang ibu. Asam folat berperan untuk perubahan sistem saraf dan sel darah, yang banyak ada pada sayuran berwarna hijau gelap.
Inisiasi Menyusui Dini
Harus dilakukan inisiasi menyusui dini (IMD) pada bayi yang baru dilahirkan. Inisiasi menyusui dini merupakan kemampuan bayi menyusu sendiri segera setelah lahir. Pada prinsipnya inisiasi menyusui dini merupakan kontak langsung antara kulit ibu dan kulit bayi, yaitu dengan cara menengkurapkan bayi di dada atau perut ibu setelah seluruh badan dikeringkan (bukan dimandikan). Inisiasi menyusui dini ini dapat dilakukan sekitar satu jam sampai bayi selesai menyusu. Inisiasi menyusui dini mempunyai beberapa manfaat di antaranya adalah mendekatkan kasih sayang antara ibu dan bayi. Menurut Unicef, inisiasi menyusui dini dapat menurunkan risiko perdarahan pada ibu setelah melahirkan. Selain itu bagi ibu, inisiasi menyusui dini juga dapat menstimulasi hormon oksitosin yang dapat membuat rahim berkontraksi dalam proses pengecilan rahim kembali ke ukuran semula.
Pemberian ASI Eksklusif
Selain melakukan IMD, bayi yang baru lahir juga harus diberikan kolostrum. Kolostrum merupakan cairan kental berwarna kekuningan yang dikeluarkan oleh kelenjar payudara setelah melahirkan. Kolostrum mempunyai kandungan energi lebih rendah, protein lebih tinggi serta karbohidrat dan lemak yang lebih rendah daripada air susu ibu yang diproduksi selanjutnya. Kolostrum mengandung beberapa zat antibodi, di antaranya adalah faktor bifidus yang merupakan faktor spesifik yang dapat memacu pertumbuhan Lactobacillus bifidus, bakteri yang dianggap dapat mengganggu kolonisasi bakteri patogen di dalam saluran cerna. Sehingga kolostrum sangat baik untuk membentuk sistem imun bayi.
Air Susu Ibu (ASI) yang diberikan pada saat menyusui merupakan makanan paling kompleks yang mengandung zat gizi lengkap dan bahan bioaktif yang diperlukan untuk tumbuh kembang dan pemeliharaan kesehatan bayi. Bagi bayi yang berumur di bawah 6 bulan ASI merupakan makanan yang paling dianjurkan. Hal ini disebabkan sistem pencernaan bayi yang masih belum bisa menerima makanan lain. ASI mempunyai beberapa manfaat, yaitu dapat meningkatkan kondisi neurologi bayi. Hal ini disebabkan oleh kandungan yang terdapat di dalam ASI seperti LCPUFA dapat mempercepat perkembangan otak bayi. Anak yang diberikan ASI mempunyai perkembangan kognitif lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang diberikan susu formula. Hal ini disebabkan karena ASI dapat meningkatkan fungsi otak dibandingkan dengan susu formula.
ASI mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan dengan susu formula diantaranya, yaitu ASI mengandung kolostrum untuk meningkatkan imunitas tubuh bayi, ASI mudah dicerna dan mengandung zat gizi yang berkualitas, ASI mengandung zat anti infeksi, bersih, dan bebas kontaminasi, mendekatkan hubungan kasih sayang ibu dan bayi, meningkatkan kecerdasan anak, praktis, dan murah (Depkes 2001).
Imunisasi
Bayi juga harus diberikan imunisasi. Imunisasi yang harus didapat oleh bayi, yaitu imunisasi hepatitis B pada umur 0—7 hari, imunisasi BCG dan polio 1 pada usia 1 bulan, imunisasi DPT/HB 1 dan polio 2 pada usia 2 bulan, DPT/HB 2 dan polio 3 pada usia 3 bulan, DPT/HB 3 dan polio 4 pada usia 4 bulan, dan imunisasi campak pada usia 9 bulan. Imunisasi yang diberikan bermanfaat untuk mencegah beberapa penyakit yang dapat terjangkit pada anak-anak. Imunisasi BCG berfungsi untuk mencegah terjadinya penyakit paru-paru/TBC pada anak. Imunisasi DPT berfungsi untuk mencegah penyakit difteri, pertussis, dan tetanus. Imunisasi campak bermanfaat untuk mencegah terjadinya penyakit campak. Imunisasi hepatitis B berfungsi mencegah penyakit hepatitis B dan imunisasi polio berfungsi untuk mencegah penyakit polio.
Makanan Pendamping ASI
Periode usia 7—24 bulan terdiri dari beberapa kegiatan di antaranya adalah pemberian ASI sampai usia dua tahun, Makanan Pendamping ASI (MP-ASI), imunisasi, dan suplementasi vitamin A. Makanan pendamping ASI merupakan makanan yang diberikan kepada bayi selain ASI. Makanan pendamping ASI diberikan kepada bayi karena kebutuhan gizi bayi semakin meningkat dan ASI saja sudah tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Pemberian makan pada anak sebaiknya disesuaikan dengan tahap perkembangannya. Pada saat bayi berumur 6 atau 7 bulan bayi baru belajar mengunyah dan siap untuk mengonsumsi makanan padat.
Zat gizi yang harus terkandung dalam makanan pendamping ASI adalah karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Kebutuhan protein dan zat gizi mikro seperti vitamin dan mineral diperlukan dalam jumlah tinggi karena pada masa ini sampai anak usia dua tahun merupakan masa pertumbuhan dan dengan laju metabolisme tinggi. Kandungan lemak pada makanan pendamping ASI anak diperlukan sebagai sumber asam lemak esensial, memfasilitasi penyerapan vitamin larut lemak. Kebutuhan lemak bagi anak dalam makanan pendamping ASI berkisar antara 30%-45% kebutuhan energi.
Bayi dan anak mempunyai kebutuhan vitamin A yang tinggi untuk membantu masa pertumbuhan dan mencegah infeksi. Kekurangan vitamin A yang parah pada anak dapat menyebabkan gangguan penglihatan dan meningkatnya risiko kesakitan dan mortalitas anak karena mudah terserang infeksi. Untuk mencegah hal tersebut maka dilakukan pemberian suplementasi vitamin A dosis tinggi kepada bayi usia 6 bulan sampai anak usia 5 tahun. Pemberian vitamin A dosis tinggi ini didasarkan pada vitamin A diabsorpsi tubuh dalam jumlah besar kemudian disimpan di dalam hati dan dimobilisasi di dalam tubuh pada periode yang cukup lama. Pemberian suplementasi vitamin A diberikan setiap bulan Februari atau Agustus. Bayi berusia 6—11 bulan diberikan kapsul vitamin A berwarna biru sedangkan anak usia 12—59 bulan diberikan kapsul vitamin A berwarna merah. Bayi 6—11 bulan diberikan vitamin A dengan dosis 100.000 IU sedangkan untuk anak usia 12—59 bulan diberikan vitamin A dengan dosis 200.000
Dampak gangguan gizi dalam periode 1000 hpk
Gangguan gizi pada masa janin dan masa usia dini dapat dicegah oleh dengan asupan gizi seimbang. Dampak antara lain :
1. Hambatan pertumbuhan dan perkembangan otak → kemampuan kognitif atau kecerdasan
2. Hambatan pertumbuhan tulang → stunting atau pendek.
3. Gangguan pemrograman metabolisme → 1.hipertensi
2. Diabetes
3. Penyakit ginjal
4. Stroke
Stunting
Stunting adalah ukuran tubuh yang lebih pendek dari pada standarnya
Perbedaan stunting dan kerdil
✔Stunting merupakan gangguan atau hambatan pertumbuhan dan perkembangan tubuh yang disebabkan karena kekurangan gizi kronis dan penyakit infeksi secara berulang sejak usia dini,terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan
✔Kerdil merupakan dikonotasi sebgai cebol biasanya dikaitkan dengan kelaian hormon atau kelainan lainnya.

UPAYA PENCEGAHAN MASALAH GIZI DALAM PERIODE 1000 HPK
1. Pastikan status gizi baik sebelum memasuki pernikahan atau kehamilan
✔ tidak kurus
✔ tidak gemuk
✔ tidak anemia
2. Makan-makanan beragam
3. Melakukan aktivitas fisik
4. menjalankan pola hidup bersih
5. Selalu menjaga berat badan
6. Minum tablet tambah darah (ttd) setiap minggu
Hallo teman pencinta sastra kalian tahu gak ruang baca dari Ruangguru ada berbagai artikel yg menambah wawasan dan menarik banget buat dibaca!! Contoh seribu hari pertama kalian gimana mau tau, bagus banget buat waktu luang.
Ayo teman pencinta sastra download Ruangguru dengan app store atau play store.
Ayo buruan berlangganan dengan dengan kode JADIJUARA diskon 40% 1tahun dan 2 thn.
1. Hambatan pertumbuhan dan perkembangan otak → kemampuan kognitif atau kecerdasan
2. Hambatan pertumbuhan tulang → stunting atau pendek.
3. Gangguan pemrograman metabolisme → 1.hipertensi
2. Diabetes
3. Penyakit ginjal
4. Stroke
Stunting
Stunting adalah ukuran tubuh yang lebih pendek dari pada standarnya
Perbedaan stunting dan kerdil
✔Stunting merupakan gangguan atau hambatan pertumbuhan dan perkembangan tubuh yang disebabkan karena kekurangan gizi kronis dan penyakit infeksi secara berulang sejak usia dini,terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan
✔Kerdil merupakan dikonotasi sebgai cebol biasanya dikaitkan dengan kelaian hormon atau kelainan lainnya.

UPAYA PENCEGAHAN MASALAH GIZI DALAM PERIODE 1000 HPK
1. Pastikan status gizi baik sebelum memasuki pernikahan atau kehamilan
✔ tidak kurus
✔ tidak gemuk
✔ tidak anemia
2. Makan-makanan beragam
3. Melakukan aktivitas fisik
4. menjalankan pola hidup bersih
- menjaga kebersihan diri sendiri
- mencuci tanggan menggunakan sabun sebelum dan setelah aktivitas
- membersihkan dan memotong kuku yang panjang secara teratur karena kuku yang panjang menjadi sarang kuman
- memastikan makanan dan minuman dalam keadaan tertutup dan terjaga
- mencucic buah dan sayur sebelum dikonsumi
5. Selalu menjaga berat badan
6. Minum tablet tambah darah (ttd) setiap minggu
Hallo teman pencinta sastra kalian tahu gak ruang baca dari Ruangguru ada berbagai artikel yg menambah wawasan dan menarik banget buat dibaca!! Contoh seribu hari pertama kalian gimana mau tau, bagus banget buat waktu luang.
Ayo teman pencinta sastra download Ruangguru dengan app store atau play store.
Ayo buruan berlangganan dengan dengan kode JADIJUARA diskon 40% 1tahun dan 2 thn.










